Suku Dayak-Tari Bawo dan Dadas, Kuno yang menjadi trend mode

Melestarikan budaya adat istiadat nenek moyang bagi sebagian orang adalah hal yang kuno. Kebanyakan orang saat ini lebih suka mengikuti trend atau mode agar tidak dikatakan sebagai orang yang ketinggalan jaman. Hal ini terbukti dengan banyaknya ketidaktahuan seseorang dengan budaya dan adat istiadat yang berlaku di daerahnya sendiri.

trend modeNamun ini tidak berlaku bagi bapak Rusamadji atau yang kerap dipanggil "bang Kutus". Seorang pegawai di salah satu instansi pemerintahan di Kabupaten yang berjuluk Dahani Dahanai Tuntung Tulus ini. Ya, Kutus justru menanamkan kecintaan terhadap budaya suku dayak kepada anak dan isterinya.

trend mode
Kecintaan beliau terhadap pelestarian budaya tarian adat suku dayak tersebut di buktikan dengan hadirnya sanggar tari Ranu Mareh. Semangat untuk melestarikan adat budaya inilah yang kemudian justru mengangkat nama beliau bukan hanya di lingkup daerahnya tetapi dunia internasional. Sebut saja, sudah ada beberapa negara yang pernah mengundang Sanggar Tari yang beliau kelola untuk tampil di hadapan publik negara mereka, Spanyol (Barcelona), Serawak (Malaysia), Sydney (Australia) dan ada rencana Sanggar Tari Ranu Mareh pada bulan April ini akan berkunjung ke Belanda.

Ya, hal yang kerap di sebut nggak mode ternyata memberikan trend mode yang luar biasa!

trend mode
Pulang ke kampung naik speed boat
   

Popular posts from this blog

Mengapa Partai Politik yang ada di Indonesia begitu banyak?

Alergi Air Hujan

Cerita di Tahun 80 an