Unik, memalukan tapi bikin bangga!


Weleeehhh...met malam blogger! Postingan kali ini bercerita tentang anak sendiri.
Ceritanya begini; Saban tahun di setiap momen Natal, pasti ada yang namanya Natal Oikumene (Gabungan PNS, Gereja-Gereja) di kampung gue. Nah, di Natal tahun ini ato tetapnya tahun lalu (2017), anak yang nomer satu ama nomer dua dibawa emaknya hadir di Perayaan Natal tersebut. Sementara bapaknya gak ikutan karena ada kegiatan lain.
So, emaknya emang ikut menghadiri selain karena jadi PNS dengan jabatan staf biasa, dia nya dibawa ikutan nyanyi paduan suara. Cerita ini berakhir unik, memalukan tapi juga bisa bikin bangga. Why??
Sewaktu ada penampilan tari-tarian, anak yang nomer dua yang usianya baru 3 koma 5 taon emang suka liatinnya. Sementara sesudah tari-tarian aturan acaranya sang emak yang tampil. Jadi waktu penampilan tarian, si emak naik ke belakang panggung. Sementara anak yang nomer satu (kakaknya) diminta emaknya jaga'in si kecil. Waktu jaga'in si adik, sang kakak sambil ngomong ama temennya. Pas lagi bincang-bincang itulah, si kakak lupa diri dan kagak perhati'in si adik muter-muter dalam gedung. Dan ternyata eh ternyata, sang adik nylonong ke depan dan duduk di kursi bini pak bupati. Waktu itu bini bupati emang datang belakangan dari sang suami, sehingga kursi dibiarin kosong. 

Welcome To Buntok

Buntu dan Mentok. Inilah julukan yang dibuat oleh sebagian masyarakat di Kabupaten Barito Selatan dengan ibukotanya disebut Buntok dengan motto Dahani Dahanai Tuntung Tulus. Sebagian masyarakat Buntok yang tinggal atau berusaha ditempat lain / kota lain, tatkala harus kembali ke kota Buntok untuk bersilaturahmi dengan keluarga disaat liburan Natal, Tahun Baru, Hari Raya Idul Fitri, atau hari-hari besar lainnya. Tidak ada perubahan dan bahkan kata mereka justru semakin mundur dibanding kabupaten pemekaran (kabupaten baru) di Kalimantan Tengah.

Pembuatan Bundaran Simpang Tiga Sanggu

Jadi Santa Claus

Kalo berdasarkan Perayaannya, semua umat Kristiani di seluruh dunia merayakan Natal tepat 25 Desember, tapi secara keimanan, Natal itu setiap hari selalu di hati lho.
Untuk saya, perayaan-perayaan di Masaraya Natal yang mengiringi perjalanan menuju kedatangan-Nya, adalah yang paling meriah. Dan diantara kemeriahannya, yang paling berkesan adalah ketika Perayaan Natal Anak-Anak. Meriahnya bukan karna acaranya, tapi suasana dimana banyak anak-anak yang imut dan lucu datang ke gereja. Kesempatan ini tidak saya sia-siakan. Saya membawa misi bagaimana menyenangkan hati anak-anak. Caranya adalah menjadi Santa Claus dan membagi-bagi kan permen untuk anak-anak.