Langsung ke konten utama

Manusia dan Robot. Mampukah blogger memberikan kesenangan pada elemen ini?

dilematis manusia dan robot
Menjadi seorang penulis blog merupakan aktivitas dimana kita ditempatkan dalam posisi sebagai kepala atau pemimpin daerah yang di dalamnya terdapat dua elemen yang berbeda. Masih belum paham maksud saya?

Elemen yang berbeda yang saya maksudkan adalah elemen dimana kita memiliki dua bagian penting yang perlu diperhatikan dan bahkan dilestarikan yaitu Manusia dan Robot (mesin).

Mengapa kedua elemen ini merupakan bagian penting?
Pada awalnya saya berfikir bahwa bagian terpenting adalah salah satunya (manusia atau robot/mesin) bukan kedua-duanya. Ini saya pertegas beberapa waktu yang lalu dalam artikel blog berjudul menjaga hubungan baik. Setelah itu saya pun berfikir bahwa artikel blog tersebut bukan semata-mata hanya untuk meningkatkan traffic blog, tetapi kita juga memerlukan posisi artikel tersebut mendapatkan tempat di jajaran terbaik dalam search engine.

Kita tahu bahwa menulis artikel blog bertujuan sebagai sarana hiburan dan informasi bagi manusia sebagai tamu atau pengunjung blog. Tetapi di sisi lain Robot juga bekerja dalam mengindeks blog untuk membantu mengelompokkan artikel blog kita agar mendapatkan peringkat pertama di mesin penelusuran.

Dari sini saya pun menggali informasi tentang perbedaan dari minat manusia dan robot / mesin tersebut. Ada beberapa penjelasan yang sama saya dapatkan bahwa robot / mesin atau laba-laba mempunyai kesukaan yang berbeda dengan manusia. 

Perbedaan tersebut pernah saya sampaikan beberapa waktu yang lalu yaitu pada sisi Pembaca (manusia) media internet lebih menyukai tulisan yang tidak terlalu panjang tetapi jelas dengan ukuran jumlah kata 100-500 dengan tambahan visual, sementara robot menyukai tulisan dengan jumlah 700-1000 kata dengan tambahan visual.
Jika demikian adanya, maka saya menyimpulkan bahwa alangkah baiknya jika kita mampu memberikan kesenangan kepada kedua elemen ini.

Lalu bagaimana proses menyiasatinya?
Sementara ini saya hanya berfikir bahwa cara yang paling ampuh untuk digunakan adalah dengan membuat artikel blog dengan jumlah kata sesuai kesukaan robot, tetapi di sisi lain kita jua membuat bagian-bagian tertentu dari artikel tersebut sebagai inti dari maksud tulisan yang kita sampaikan agar pembaca bisa memahaminya secara menyeluruh.

Tetapi tingkat kemampuan mengolah kata dan penggunaan waktu blogging merupakan hal yang dilematis bagi para blogger untuk menciptakan cara seperti ini. Dan jelas ini bukan perkara mudah!

Bagaimana menurut pandangan anda?

Postingan populer dari blog ini

Calon Isteri dari Suku Dayak Maanyan? Baca Sekilas Tentang Pemenuhan Hukum Adat Dayak Maanyan

Dalam prosesi pernikahan menurut adat suku dayak maanyan selalu dilalui dengan acara pemenuhan hukum adat. Ketentuan ini telah diatur berdasarkan adat istiadat yang berlaku dalam suku dayak secara khusus suku dayak maanyan. Akan tetapi jangan dipersepsikan bahwa hukum adat tersebut merupakan pernikahan atau perkawinan secara adat. 

Mengapa Partai Politik yang ada di Indonesia begitu banyak?

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Pernahkah anda diberi buku kecil seperti notes yang bertuliskan AD/ART Partai Politik "Anu". Jika ya, sekarang cobalah anda anda bertemu dengan seorang pengurus Partai Politik lainnya dan mintalah AD/ART Partai Politik lainnya tersebut. Jika sudah, kemudian silahkan anda baca dan bandingkan Kedua Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tersebut. Jika anda selesai membacanya, maka silahkan anda bandingkan prosentase persamaan kedua AD/ART tersebut. Jika anda mendapatkan prosentase persamaan diatas lima puluh persen, maka sebenarnya kedua AD/ART tersebut memiliki tujuan yang sama.

Cerita di Tahun 80 an

Sebelumnya. author perlu menegaskan bahwa nama / tokohm dan cerita dalam tulisan ini adalah fiktif semata. Mohon maaf bila nama yang ada mungkin sama dengan nama anda!.(Just For Fun) Tulisan ini juga cukup panjang, jadi baca ceritanya dengan baik sampai selesai agar dapat dimengerti, Okey

Kisah berikut ini terjadi pada tahun 1980 an