Langsung ke konten utama

Ini bukan syair lagu "Tak kenal dengan logika"

Saya adalah salah seorang yang paling menyukai cara berfikir menggunakan logika. Karena ada banyak sisi yang bisa dilihat sebagai pembanding ketika dihadapkan pada suatu permasalahan. Karena itu ketika saya menuliskan sebuah opini, saya selalu menggunakan logika dalam menilai  dan menterjemahkan sesuatunya.


Logika mengacu pada kemampuan berfikir secara rasional dan lebih praktis, artinya apa yang dibuat secara nalar, bisa pembaca fikirkan secara rasional untuk kemudian mengambil sebuah keputusan.


artikel logika"Seorang sekretaris di sebuah instansi memungut sejumlah dana dari para bawahannya. Karena tindakan tersebut, bawahannya pun kemudian melaporkan oknum Sekretaris tersebut kepada polisi. Ketika di proses, sekretaris akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini".

Berdasarkan hukum dengan bukti otentik, Sekretaris ini memang bersalah, tetapi pertanyaannya sekarang adalah mengapa para bawahan melaporkan tindakan oknum sekretaris tersebut langsung kepada polisi tanpa melaporkan terlebih dahulu kelakuan oknum sekretaris tersebut kepada atasan tertinggi mereka (pimpinan/direktur/kepala dinas) ?"

Jika kita menganalisa kejadian tersebut secara logika (tanpa bukti otentik) maka jawaban tercepat yang kita dapatkan adalah oknum sekretaris tersebut merupakan kambing hitam (pion) dari atasan tertingginya.

Dari sinilah saya akhirnya menawarkan sebuah perbedaan dalam artikel blog yang didasarkan pada logika. Sangat lemah tentunya karena tanpa dukungan penelitian yang cukup. Tetapi jika di lihat dari sisi kebenarannya, mungkin saja sangat rasional.

Postingan populer dari blog ini

Calon Isteri dari Suku Dayak Maanyan? Baca Sekilas Tentang Pemenuhan Hukum Adat Dayak Maanyan

Dalam prosesi pernikahan menurut adat suku dayak maanyan selalu dilalui dengan acara pemenuhan hukum adat. Ketentuan ini telah diatur berdasarkan adat istiadat yang berlaku dalam suku dayak secara khusus suku dayak maanyan. Akan tetapi jangan dipersepsikan bahwa hukum adat tersebut merupakan pernikahan atau perkawinan secara adat. 

Mengapa Partai Politik yang ada di Indonesia begitu banyak?

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Pernahkah anda diberi buku kecil seperti notes yang bertuliskan AD/ART Partai Politik "Anu". Jika ya, sekarang cobalah anda anda bertemu dengan seorang pengurus Partai Politik lainnya dan mintalah AD/ART Partai Politik lainnya tersebut. Jika sudah, kemudian silahkan anda baca dan bandingkan Kedua Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tersebut. Jika anda selesai membacanya, maka silahkan anda bandingkan prosentase persamaan kedua AD/ART tersebut. Jika anda mendapatkan prosentase persamaan diatas lima puluh persen, maka sebenarnya kedua AD/ART tersebut memiliki tujuan yang sama.

Cerita di Tahun 80 an

Sebelumnya. author perlu menegaskan bahwa nama / tokohm dan cerita dalam tulisan ini adalah fiktif semata. Mohon maaf bila nama yang ada mungkin sama dengan nama anda!.(Just For Fun) Tulisan ini juga cukup panjang, jadi baca ceritanya dengan baik sampai selesai agar dapat dimengerti, Okey

Kisah berikut ini terjadi pada tahun 1980 an