Ini bukan syair lagu "Tak kenal dengan logika"

Saya adalah salah seorang yang paling menyukai cara berfikir menggunakan logika. Karena ada banyak sisi yang bisa dilihat sebagai pembanding ketika dihadapkan pada suatu permasalahan. Karena itu ketika saya menuliskan sebuah opini, saya selalu menggunakan logika dalam menilai  dan menterjemahkan sesuatunya.


Logika mengacu pada kemampuan berfikir secara rasional dan lebih praktis, artinya apa yang dibuat secara nalar, bisa pembaca fikirkan secara rasional untuk kemudian mengambil sebuah keputusan.


artikel logika"Seorang sekretaris di sebuah instansi memungut sejumlah dana dari para bawahannya. Karena tindakan tersebut, bawahannya pun kemudian melaporkan oknum Sekretaris tersebut kepada polisi. Ketika di proses, sekretaris akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini".

Berdasarkan hukum dengan bukti otentik, Sekretaris ini memang bersalah, tetapi pertanyaannya sekarang adalah mengapa para bawahan melaporkan tindakan oknum sekretaris tersebut langsung kepada polisi tanpa melaporkan terlebih dahulu kelakuan oknum sekretaris tersebut kepada atasan tertinggi mereka (pimpinan/direktur/kepala dinas) ?"

Jika kita menganalisa kejadian tersebut secara logika (tanpa bukti otentik) maka jawaban tercepat yang kita dapatkan adalah oknum sekretaris tersebut merupakan kambing hitam (pion) dari atasan tertingginya.

Dari sinilah saya akhirnya menawarkan sebuah perbedaan dalam artikel blog yang didasarkan pada logika. Sangat lemah tentunya karena tanpa dukungan penelitian yang cukup. Tetapi jika di lihat dari sisi kebenarannya, mungkin saja sangat rasional.

Popular Posts