Cinta tak'kan pernah abadi adanya

Mengikuti arus! Itulah yang biasanya dilakukan oleh para blogger yang mengedepankan tema blog bersifat umum. Jadi semuanya bisa menuliskan apa saja dengan motto seperti yang dimiliki oleh blog ini "Yang Penting di Update" hehehe...!

Kali ini arus yang saya ikuti adalah mengenai kata "CINTA". 
Bagaimana orang kampung seperti saya ini menjabarkan tentang Cinta kepada anda-anda semua?
Mari simak alur tulisan tanpa kerangka (alias sembrawut) dan apa adanya ini.

Karena kata "cinta" itu luas pengertiannya, jadi agar mudah saya khususkan untuk cinta dalam kategori "Hubungan antara pria dan wanita".

Cinta lahir dari sebuah perpaduan antara dua sifat baik dari masing-masing pribadi. Ketika kedua sifat ini terbentuk, maka lahirlah sebuah hubungan emosional dari kedua pribadi tersebut.
Cinta dalam dunia berpacaran lebih banyak menonjolkan sifat-sifat yang baik, karena sifat buruk dapat mengakibatkan terganggunya proses terbentuknya cinta. Namun, terkadang sifat buruk juga bisa hadir dalam proses pembentukan cinta yang tanpa kita sadari.

Cinta sebenarnya tidak akan pernah abadi. Cinta bisa menjadi rapuh dan luntur oleh berbagai hal yang mengakibatkan lahirnya perpisahan, perceraian, dan perselingkuhan.

Cinta Sejati? Cinta sejati merupakan perpaduan yang mengutamakan dua sifat dalam diri seseorang, yaitu sifat buruk dan sifat yang baik. Untuk memadukan antara kedua sifat ini diantara dua pribadi yang berbeda, diperlukan sebuah proses. Dan dalam proses tersebut harusnya mengutamakan kata saling menghargai dan saling terbuka satu sama lain. Ketika proses ini dapat dilalui dengan baik, lahirlah Cinta Sejati itu.

Abadikah cinta sejati itu nantinya? Kembali lagi deh ke tulisan diatas "Cinta sebenarnya tidak akan pernah abadi". Sama dengan kehidupan kita semua yang ada di dunia ini, tidak kekal, tidak abadi, semuanya akan mati. Namun yang kita perlu lakukan adalah memberi pupuk pada cinta tersebut agar tidak layu, tidak pudar, tidak luntur dan rapuh. Sama halnya dengan tanaman, begitu pula dengan "Cinta".

Bagaimana meyakini cinta tersebut tulus dan suci? tidak ada jawaban lain yang dapat saya katakan selain kata "Trust" atau "Percaya". itu saja.

Percaya? cukupkah hanya itu saja untuk menjalin hubungan lebih jauh lagi (Menikah) ?
Kita semua tahu bahwa "Pernikahan" adalah sesuatu yang sakral, karena itu di ikrarkan di hadapan Tuhan. Ketika anda bertaqwa kepada-Nya, maka sebuah ikrar yang dilakukan tidaklah hanya diucapkan di bibir saja, tetapi melalui hati yang paling dalam.
Janji yang di ikrarkan tersebut merupakan Sumpah setia anda di hadapan Tuhan, bukan hanya dihadapan Penghulu, Pendeta, orang tua,  keluarga dan banyak orang. Karena itu setelah kita menikah, Cinta bukan lagi menjadi pedoman hidup keluarga, melainkan Tuhan lah yang menjadi dasar dan tonggak pedoman hidup anda.

Oke sobat blogger, itulah sekilas pandangan saya mengenai CINTA. Ingat, ini hanyalah pandangan saya saja ya, Jangan Protes!! hehehe..

Popular Posts