Bagi-Bagi Info Budaya

Menurut adat istiadat di kampung kami yang sudah turun temurun, proses pernikahan haruslah melalui prosesi yang disebut dengan Pemenuhan Hukum Adat, dimana ada beberapa poin yang harus dipenuhi baik oleh calon mempelai pria kepada calon mempelai wanita dan kedua belah pihak kepada para tetua adat. 

Karena adat istiadat yang ada sangat beragam tergantung dari suku mana dan aturan adat apa yang dipergunakan dalam proses tersebut, maka saya hanya akan memberikan sedikit gambaran tentang adat istiadat berdasarkan suku saya sendiri.


Natas Ban'nyang

maksudnya adalah ketika calon mempelai pria dan sanak saudaranya akan datang ketempat mempelai wanita, maka ia harus melalui proses natas ban'nyang atau memutuskan penghalang gerbang yang dipasang oleh keluarga calon mempelai wanita. ritual ini menggunakan bahasa yang lebih klasik lagi yang disebut dengan bahasa pangun'raun (beda dari bahasa gue sehari-hari).

dalam proses ini, selain dilakukan pembicaraan adat singkat, anda akan disuguhkan minuman Tuak asli buatan para sesepuh suku. Ketika proses ini bisa dilalui, calon pengantin pria dan keluarganya diperbolehkan masuk halaman rumah calon mempelai  wanita.
Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan peribadatan menurut agama yang dianut oleh para mempelai.

Tarian menyambut Calon Pengantin Pria
Tarian Mengiring Calon Pengantin Pria
Tarian Mengiring Calon Pengantin Pria 
Pemenuhan Hukum Adat
Disini, keluarga calon mempelai wanita akan meminta hak-hak yang harus dipenuhi oleh calon mempelai pria karena telah berani datang untuk mengambil anak dari si calon mempelai wanita. (kadang pembicaraan yang menjurus kepada kelucuan akan timbul disini, jadi jgn heran kalo orang banyak ketawa hehehehheee..bukan karena hukum adat yang diminta tetapi prosesnya yang bikin lucu)


Iwurung Juwe
Prosesi adat  yang disebut dengan iwurung juga dilaksanakan setelah selesainya acara keagamaan dan pemenuhan hukum adat. Maksud dari proses ini adalah para penari dan penghulu adat akan mencari calon mempelai wanita (Wurung Juwe) yang dikehendaki oleh calon mempelai pria. (disini justru makin lucu kawan..

Persiapan Iwurung Juwe
Calon Pengantin Wanita dibawa Keluar

Wurung Juwe menari untuk keluarga Calon Suami

ketika proses ini berakhir dan kedua pasangan telah berdampingan, maka dilanjutkan dengan menandatanganan surat perjanjian pemenuhan hukum adat tersebut.

Turus Tajak
Selesai proses ini, kemudian dilanjutkan dengan prosesi adat Turus Tajak dimana para orang tua diberikan kesempatan untuk memberikan wejangan atau petuah kepada kedua calon mempelai tersebut.
setelah proses ini selesai, maka ditutup dengan doa menurut kepercayaan dan keyakinan dari kedua mempelai.

Nah, itulah singkatnya tentang prosesi pemenuhan hukum adat dalam suatu upacara Pernikahan di kampung gue. tapi bukan berarti kedua pasangan ini sah, karena yang mensyahkan suatu pernikahan adalah penghulu menurut agama dan kepercayaan dari para mempelai.

Gimana proses ditempat atau daerah sobat ? atau ada yang bertanya tentang artikel ini..... open house seluas-luasnya heheheheee...!

Popular Posts