Maaf kan!!.....Lidah Gue Yang Suka Usil Ini



LKK WARNING :
Sebelum melanjutkan mohon dibaca attention berikut : 
  1. Pertama-tama, perlu gue inget'in bahwa yang vegetarian dilarang keras membaca tulisan ini.
  2. Tidak diwajibkan untuk dipraktek-kan di daerah anda pada kondisi yang tidak kondusif, karena dapat berakibat fatal
Sekarang kita lanjutkan......................


Cerita ini  bukan fiksi, karena pemerannya adalah penulis artikel ini (gue sendiri gitu lohhh).

BEGINI CERITANYA
Pagi-pagi benar gue diperintahkan oleh atasan langsung gue alias my mother berangkat ke kota untuk membeli daging ayam. Jarak tempuh dari kampung ke kota kurang lebih 15 menit menggunakan motor roda dua.

nyampe di pasar, gue langsung menuju penjual ayam kenalan ibu. 
"tumben de penho kepasar! biasanya ibu kamu" ujar mbok Itah (penjual ayam) menyapa.
"Iya nich mbok. ibu lagi ada kerjaan yang gak bisa di tinggal'in dirumah" jawab gue
"beli ayamnya berapa de?" tanya mbok Itah
"Satu ekor aza mbok"; ujar gue.

ketika mbok Itah memotong daging ayam yang gue pesen'in, tiba-tiba datang seorang ibu yang pengen beli daging ayam juga. Dari gayanya yang necis banget seperti mo pergi ke Mall, dapat ditebak kalau ibu ini isteri orang kaya (gue kira juga sih hehehhe..)
"mbok, mo beli daging ayamnya!" kata ibu tersebut
"berapa kilo bu?" tanya mbok itah
"Saya mo borong semuanya mbok, kira2 berapa duit semuanya?; Ibu tersebut balik bertanya
"Ohh begitu ya, tunggu sebentar bu, saya hitung dulu semuanya" kata mbok itah sambil menyerahkan daging ayam yang udah gue pesen'in!

Sementara mbok Itah sibuk, gue jadi penasaran sama si Ibu tersebut. karena masih pagi udah nge-borong jualannya mbok Itah.

"Beli dagingnya banyak amat bu ya!, untuk apa sih bu?" tanya gue penasaran
"Ohh.. ayam ini buat acara pernikahan anak ibu" jelas ibu tersebut

emang gue ini orangnya suka usil. Jadi setelah mendengar jawaban Ibu tersebut, gue langsung aza ngomong se-cuap2nya begini :

"Ohh begitu ya bu! wahh.... kalau kebiasaan kami di kampung, bila ada acara perkawinan itu selalu pake Penghulu, bukan pake Ayam!. Dunia ini emang aneh bu ya, di setiap tempat bentuk dan caranya berbeda-beda". begitu ujar gue ama si Ibu tersebut!

Mendengar penjelasan gue, raut muka Ibu tersebut langsung memerah!. Melihat pemandangan dan keadaan tersebut, kontan gue langsung pergi menjauh sambil membawa daging ayam yang gue beli tadi.

Oke, sekian dulu ceritanya ya

Popular posts from this blog

Alergi Air Hujan

Mengapa Partai Politik yang ada di Indonesia begitu banyak?

Kamus Dayak Ma'anyan