Langsung ke konten utama

Mau dikemanakan Bangsa Kita Ini

Image by : Lirik Kiri Kanan
Diberbagai media di Indonesia saat ini ramai memberitakan tentang kasus suap wisma atlet dengan tersangka Nazaruddin dan Anggelina Sondakh serta nama-nama lain yang juga dinyatakan ikut dalam keterlibatan mengenai kasus ini. Saling bantah, saling tuduh dan lain sebagainya menjadi sajian yang memalukan. Malu dengan tindakan dan kelakuan para pejabat negara yang seharusnya mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan negara ini  tetapi justru saling sikut dan menjatuhkan satu sama lain.


Di sisi lain, pertikaian antar suku, agama dan ras kerap terjadi. Aksi-aksi kekerasaan membuat hukum rimba pun berlaku. Aparat yang seharusnya lebih jeli dalam mengamati dan mencegah terjadinya aksi-aksi diluar perikemanusiaan ini seakan-akan diam, tidak berdaya, tidak mengetahui dan bahkan kurang jangkauan dalam menjaga keutuhan negara ini. Berbagai kasus besar yang merugikan negara dan warga negara sampai detik ini tak pernah selesai. Prestasi di dunia olah raga semakin merosot, system dan peralatan pertahanan keamanan untuk menjaga kedaulatan negara jauh tertinggal dari negara lain. Yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Mahasiswa yang seharusnya menjadi andalan sebagai penerus generasi bangsa malah sering adu jotos dengan mahasiwa lain, bahkan kadang terjadi pertikaian mahasiswa antar fakultas dalam lingkup perguruan tinggi.

Sebenarnya ..............

Apakah jiwa Nasionalisme itu telah tiada ?
Apakah kecintaan terhadap negara dan bangsa ini telah sirna?
Dimanakah rasa persatuan seperti saat para pendahulu negara ini bersama-sama berjuang untuk kemerdekaan bangsa ini ?

tahukah kita bahwa ...................

Para pejuang yang telah menumpahkan darahnya di bumi tercinta untuk kepentingan dan kemakmuran rakyat Indonesia, dari alam baka saat ini sedang menangis melihat keringat darah yang mereka tumpahkan seakan-akan sia-sia.

Dari semua kenyataan yang ada, hanya ada satu ungkapan yang menjadi pertanyaan besar bagi kita yaitu " Mau di kemanakan Bangsa Ini ? "

Postingan populer dari blog ini

Calon Isteri dari Suku Dayak Maanyan? Baca Sekilas Tentang Pemenuhan Hukum Adat Dayak Maanyan

Dalam prosesi pernikahan menurut adat suku dayak maanyan selalu dilalui dengan acara pemenuhan hukum adat. Ketentuan ini telah diatur berdasarkan adat istiadat yang berlaku dalam suku dayak secara khusus suku dayak maanyan. Akan tetapi jangan dipersepsikan bahwa hukum adat tersebut merupakan pernikahan atau perkawinan secara adat. 

Mengapa Partai Politik yang ada di Indonesia begitu banyak?

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Pernahkah anda diberi buku kecil seperti notes yang bertuliskan AD/ART Partai Politik "Anu". Jika ya, sekarang cobalah anda anda bertemu dengan seorang pengurus Partai Politik lainnya dan mintalah AD/ART Partai Politik lainnya tersebut. Jika sudah, kemudian silahkan anda baca dan bandingkan Kedua Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tersebut. Jika anda selesai membacanya, maka silahkan anda bandingkan prosentase persamaan kedua AD/ART tersebut. Jika anda mendapatkan prosentase persamaan diatas lima puluh persen, maka sebenarnya kedua AD/ART tersebut memiliki tujuan yang sama.

Cerita di Tahun 80 an

Sebelumnya. author perlu menegaskan bahwa nama / tokohm dan cerita dalam tulisan ini adalah fiktif semata. Mohon maaf bila nama yang ada mungkin sama dengan nama anda!.(Just For Fun) Tulisan ini juga cukup panjang, jadi baca ceritanya dengan baik sampai selesai agar dapat dimengerti, Okey

Kisah berikut ini terjadi pada tahun 1980 an