Langsung ke konten utama

Mau Bertanya Nggak Sesat di Jalan

Hallo Blogger
Sebenarnya saya ini orangnya pemalu. Karena jiwa pemalu yang melekat pada diri saya sejak dari kecil, jadi lumayan sulit ketika ingin bertanya kepada siapapun. Alhasil ya seperti orang bilang "malu bertanya pasti akan sesat di jalan". Tetapi sekarang sudah tidak lagi karena saya belajar menjadi orang cuek, tapi tidak cuek dengan hal yang berbau sosial lho!. Intinya sekarang adalah ketika kita Mau Bertanya Nggak Sesat di Jalan.

Bercerita pengalaman tentang pentingnya bertanya, dari sekian banyak pengalaman yang pernah saya alami ada satu pengalaman yang menurut saya paling menggelitik hati. Sebelumnya mohon maaf karna waktu itu masih menggunakan handphone tanpa kamera, jadi tidak ada kronologi dalam bentuk gambar.
Ceritanya begini :
Waktu itu saya ikut berangkat bersama seorang teman ke Jakarta untuk menemaninya. Terus saya dibawa menginap di salah satu penginapan. Kalau tidak salah Mess Barsel atau Mess Pemda Barsel / Kalteng. Lokasinya kalau tidak salah di daerah Menteng. Tiba di Jakarta sore hari, dan karena macet sehingga tiba di penginapan sekitar jam setengah tujuh malam. Kata teman saya "kamu saya tinggal dulu, ada yang perlu saya urus. Besok pagi baru kita jalan-jalan".
Waktu itu di Jakarta pas lagi hujan, jadi harinya lumayan dingin tetapi biasanya supaya enak beristirahat, saya harus mandi. Waktu ingin mandi inilah letak pengalaman menggelitik hati yang tetap akan dikenang sepanjang masa. Jadi pas masuk kamar mandi, bingung liat kamar mandi tidak ada bak mandinya. terus saya lihat ada dua keran air yang bertuliskan hot dan cool. Karena takut panas saya coba dulu yang cool...walah, dinginnya minta ampun. Begitu pula waktu mencoba yang panas, eh panasnya minta ampun. Jadi bingung gimana supaya airnya hangat?. Terus saya keluar dari kamar mandi, ambil handphone dan coba telpon teman yang keluar tadi. Beberapa kali menelepon tidak ada jawaban. Dalam hati saya kalau menunggu teman pulang, bisa gak mandi-mandi karena tidak tau jam berapa balik ke penginapan.
putar balik dalam kamar, sementara suasana hati pengen sekali mandi, akhirnya saya nekat keluar kamar menuju ruang resepsionis. "Pak, bisa minta tolong sebentar ke kamar saya, ada yang ingin saya tanyakan". Itulah permintaan saya kepada resepsionis saat itu dan ia menyetujuinya.
Akhirnya setelah itu saya diberi tahu cara mengatur keran air di kamar mandi untuk mendapatkan air hangat. hehehee.

Dari pengalaman ini, saya menghimbau kepada teman-teman atau pembaca blog ini yang mungkin untuk pertama kalinya merasakan menginap di penginapan atau hotel yang belum pernah kita lihat model kamar mandi seperti cerita saya tadi agar Mau Bertanya Supaya Tidak Lama-Lama Mendapatkan Masalah.

Terkait dengan cerita diatas, pada masa kini salah satu Bank di Indonesia yaitu Bank Negara Indonesia (BNI) telah memuat fitur dengan tagline #AskBNI untuk memudahkan para nasabahnya mengetahui berbagai macam informasi produk ataupun promo dari BNI. Fitur ini digunakan dengan memanfaatkan teknologi media sosial Twitter. Jadi dengan mengikuti twitter @BNI46 segala informasi yang diperlukan nasabah akan ter-update melalui media ini sehingga bagi nasabah yang pemalu tidak perlu lagi bertanya seperti cerita masa lalu saya diatas. Oke, selamat dan sukses buat BNI, tetap menjadi Bank kepercayaan masyarakat Indonesia

Tag : Mau Bertanya Nggak Sesat di Jalan #AskBNI,Mau bertanya Nggak Sesat di Jalan Part 2 Tag #AskBNI

Postingan populer dari blog ini

Calon Isteri dari Suku Dayak Maanyan? Baca Sekilas Tentang Pemenuhan Hukum Adat Dayak Maanyan

Dalam prosesi pernikahan menurut adat suku dayak maanyan selalu dilalui dengan acara pemenuhan hukum adat. Ketentuan ini telah diatur berdasarkan adat istiadat yang berlaku dalam suku dayak secara khusus suku dayak maanyan. Akan tetapi jangan dipersepsikan bahwa hukum adat tersebut merupakan pernikahan atau perkawinan secara adat. 

Mengapa Partai Politik yang ada di Indonesia begitu banyak?

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Pernahkah anda diberi buku kecil seperti notes yang bertuliskan AD/ART Partai Politik "Anu". Jika ya, sekarang cobalah anda anda bertemu dengan seorang pengurus Partai Politik lainnya dan mintalah AD/ART Partai Politik lainnya tersebut. Jika sudah, kemudian silahkan anda baca dan bandingkan Kedua Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tersebut. Jika anda selesai membacanya, maka silahkan anda bandingkan prosentase persamaan kedua AD/ART tersebut. Jika anda mendapatkan prosentase persamaan diatas lima puluh persen, maka sebenarnya kedua AD/ART tersebut memiliki tujuan yang sama.

Cerita di Tahun 80 an

Sebelumnya. author perlu menegaskan bahwa nama / tokohm dan cerita dalam tulisan ini adalah fiktif semata. Mohon maaf bila nama yang ada mungkin sama dengan nama anda!.(Just For Fun) Tulisan ini juga cukup panjang, jadi baca ceritanya dengan baik sampai selesai agar dapat dimengerti, Okey

Kisah berikut ini terjadi pada tahun 1980 an