Langsung ke konten utama

Membangun rumah tak harus tunggu uang terkumpul

Banyak artikel menuliskan tentang membangun rumah itu akan dimulai dengan perhitungan budget atau jumlah dana yang harus dipersiapkan untuk membangun sebuah rumah. Ketika melihat angka fantastis yang harus digelontorkan untuk membuat rumah, maka orang akan berfikir dua kali karena disisi lain kebutuhan akan keseharian juga diperlukan untuk tetap bertahan hidup.

Membangun rumah tidaklah harus dilakukan dengan cara menunggu uang terkumpul seluruhnya. Maksud saya begini, jika untuk membuat rumah dibutuhkan dana dua ratus juta, maka janganlah anda menunggu uang anda berjumlah dua ratus juta. Karena jika anda melakukan hal demikian, anda pasti tidak akan pernah memiliki rumah hunian pribadi anda, sebab akan ada kebutuhan lain yang bisa saja mengganggu bagian dari uang harus disediakan untuk membangun sebuah rumah.


Cara terbaik agar mimpi membangun rumah dapat terwujud adalah dengan merancang desain rumah terlebih dahulu. Ketika rancangan rumah anda telah siap, langkah selanjutnya adalah mengecek anggaran dana yang disisihkan untuk membangun rumah. Jika saat ini dana yang tersedia berkisar antara sepuluh atau dua puluh juta, maka sebaiknya pergunakan untuk pengadaan bahan pokok pembuatan rumah yang bersifat tahan lama misalkan batu atau besi (untuk bangunan beton), atau balok / papan (untuk bangunan kayu). Step by step, inilah yang harus dilakukan untuk mewujudkan mimpi memiliki sebuah rumah hunian milik sendiri.

Agar otak tetap fresh dan tidak terbebani dengan angka-angka dana yang harus digelontorkan saat membangun rumah, tips dari saya adalah jangan pernah menghitung biaya yang sudah dikeluarkan untuk membeli bahan, membayar upah tukang dan lain sebagainya, tetapi fokuskan untuk melihat berapa sisa anggaran dana yang tersedia, lalu bikin langkah selanjutnya dan di fokuskan pada bagian mana yang harus di realisasikan.

Intinya adalah membangun rumah dengan dana berapa pun pasti tak'kan pernah cukup karena yang diperlukan adalah bagaimana proses membangun rumah itu sampai siap di huni walaupun mungkin sangat sederhana.

Postingan populer dari blog ini

Calon Isteri dari Suku Dayak Maanyan? Baca Sekilas Tentang Pemenuhan Hukum Adat Dayak Maanyan

Dalam prosesi pernikahan menurut adat suku dayak maanyan selalu dilalui dengan acara pemenuhan hukum adat. Ketentuan ini telah diatur berdasarkan adat istiadat yang berlaku dalam suku dayak secara khusus suku dayak maanyan. Akan tetapi jangan dipersepsikan bahwa hukum adat tersebut merupakan pernikahan atau perkawinan secara adat. 

Mengapa Partai Politik yang ada di Indonesia begitu banyak?

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Pernahkah anda diberi buku kecil seperti notes yang bertuliskan AD/ART Partai Politik "Anu". Jika ya, sekarang cobalah anda anda bertemu dengan seorang pengurus Partai Politik lainnya dan mintalah AD/ART Partai Politik lainnya tersebut. Jika sudah, kemudian silahkan anda baca dan bandingkan Kedua Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tersebut. Jika anda selesai membacanya, maka silahkan anda bandingkan prosentase persamaan kedua AD/ART tersebut. Jika anda mendapatkan prosentase persamaan diatas lima puluh persen, maka sebenarnya kedua AD/ART tersebut memiliki tujuan yang sama.

Cerita di Tahun 80 an

Sebelumnya. author perlu menegaskan bahwa nama / tokohm dan cerita dalam tulisan ini adalah fiktif semata. Mohon maaf bila nama yang ada mungkin sama dengan nama anda!.(Just For Fun) Tulisan ini juga cukup panjang, jadi baca ceritanya dengan baik sampai selesai agar dapat dimengerti, Okey

Kisah berikut ini terjadi pada tahun 1980 an