Langsung ke konten utama

Patokan Utama Desain Rumah Hunian

Setiap pemilik blog diberi ruang seluas-luasnya untuk memberikan opini dan beragam hal lain pada blog pribadinya. Kalau boleh dikatakan seorang blogger tidak terbatas dalam menuliskan konten apapun yang ingin ia tuliskan. 

Mendasari hal itu pula, saya pun ingin memberikan bagian pendapat atau pemikiran tentang membangun dan atau mendesain sebuah rumah hunian bagi anda yang mungkin saja saat ini ingin memulai membangun rumah bagi keluarganya.

Apa sih hebatnya seorang penho? Apa sudah pernah mengecap sekolah teknik bangunan?
Jika itu pertanyaan anda, maka jawabannya simple saja! Saya bukan seorang arsitek dengan keahlian menghitung dan menggambar desain rumah, tetapi yang jelas semua pola teknik pasti bertumpu pada dasar utama yaitu otak. Dari otak akan timbul sebuah pola terstruktur yang sering disebut dengan pemikiran. Demikian seterusnya!.

Lalu pemikiran apa yang saya bagikan untuk anda dalam hal mendesain rumah?
Sebagai bagian dari lembaran baru dalam mengisi ruang labels blog lirik kiri kanan ini, saya ingin memberikan sumbangsih pemikiran tentang patokan dasar dalam membangun rumah hunian.

Jika anda searching di internet dengan kata kunci desain rumah, rumah minimalis, rumah modern, rumah sederhana dan kata kunci lainnya yang berkaitan dengan desain rumah, pasti anda akan menemukan ratusan atau bahkan ribuan tips tentang kata kunci tersebut. Tetapi tahukah anda bahwa patokan utama membangun sebuah rumah harus berpedoman pada prinsip budaya atau istiadat di lingkungan tempat anda ingin membangun rumah hunian bagi anda dan keluarga.

Dalam mendesain sebuah rumah yang perlu di pelajari terlebih dahulu adalah bagaimana lingkungan masyarakat sekitar anda? bagaimana adat istiadat atau kebiasaan yang berlaku di daerah permukiman tersebut!. Ketika dasar tersebut sudah anda temukan jawabannya, barulah anda membuat desain tata bangunan dan tata ruang rumah hunian anda.

Apa maksudnya?
Banyak orang dalam membangun rumah selalu ingin menonjolkan kemauannya sendiri tanpa memperhatikan lingkungan disekitarnya. Saya pernah melihat sebuah bangunan rumah hunian yang besar dan bertingkat dengan tembok setinggi atap rumah tetangganya. Sementara dilingkungan tersebut tidak ada satupun rumah yang membangun batas tanahnya dengan tembok. Dari contoh ini dapat dilihat bahwa penonjolan bangunan seperti itu menciptakan opini kurang bersahabat dengan lingkungan sekitar. Karena itulah saya berpendapat bahwa dalam rangka mendesain sebuah rumah hunian harus mengedepankan aspek lingkungan sekitar guna terciptanya keharmonisan yang bukan hanya untuk keluarga tetapi dengan masyarakat di sekitar kita.

Lebih lanjut tentang tips dalam membangun atau mendesain sebuah rumah hunian ini akan disampaikan pada tulisan-tulisan selanjutnya.

Postingan populer dari blog ini

Calon Isteri dari Suku Dayak Maanyan? Baca Sekilas Tentang Pemenuhan Hukum Adat Dayak Maanyan

Dalam prosesi pernikahan menurut adat suku dayak maanyan selalu dilalui dengan acara pemenuhan hukum adat. Ketentuan ini telah diatur berdasarkan adat istiadat yang berlaku dalam suku dayak secara khusus suku dayak maanyan. Akan tetapi jangan dipersepsikan bahwa hukum adat tersebut merupakan pernikahan atau perkawinan secara adat. 

Mengapa Partai Politik yang ada di Indonesia begitu banyak?

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Pernahkah anda diberi buku kecil seperti notes yang bertuliskan AD/ART Partai Politik "Anu". Jika ya, sekarang cobalah anda anda bertemu dengan seorang pengurus Partai Politik lainnya dan mintalah AD/ART Partai Politik lainnya tersebut. Jika sudah, kemudian silahkan anda baca dan bandingkan Kedua Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tersebut. Jika anda selesai membacanya, maka silahkan anda bandingkan prosentase persamaan kedua AD/ART tersebut. Jika anda mendapatkan prosentase persamaan diatas lima puluh persen, maka sebenarnya kedua AD/ART tersebut memiliki tujuan yang sama.

Cerita di Tahun 80 an

Sebelumnya. author perlu menegaskan bahwa nama / tokohm dan cerita dalam tulisan ini adalah fiktif semata. Mohon maaf bila nama yang ada mungkin sama dengan nama anda!.(Just For Fun) Tulisan ini juga cukup panjang, jadi baca ceritanya dengan baik sampai selesai agar dapat dimengerti, Okey

Kisah berikut ini terjadi pada tahun 1980 an