Langsung ke konten utama

Memperoleh Ilmu Tanpa Modal

Mengapa kita harus melirik kiri dan kanan untuk mencapai sebuah kesuksesan? 
Sebuah kesuksesan hanya bisa di capai ketika seseorang mau untuk belajar dari orang lain. Untuk itulah maka seseorang harus selalu belajar bagaimana cara orang lain untuk menjadi sukses.

Sedikit banyak untuk mencapai sebuah kesuksesan diperlukan pengorbanan. Dan yang paling krusial saat ini adalah bukan terletak pada pengorbanan tenaga dan waktu melainkan budget atau dana. Untuk mencapai kesuksesan maka dukungan dana juga diperlukan sebagai tambahan bumbu penyokong bagi pengorbanan tenaga dan waktu. Namun kendala terbesar untuk memperoleh dukungan dana merupakan faktor yang sangat sulit.

Walaupun ada cara seperti peminjaman dana berbentuk kredit, tetapi hal tersebut tidaklah mudah karena ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi sebagai jaminan seorang kreditur berani memberikan dananya.

Memutar Otak, itulah satu-satu cara yang bisa dilakukan jika kita mengalami kesulitan dengan anggaran. Dan cerita masa lalu kali ini adalah murni pribadi tentang bagaimana seorang teman mencari celah untuk bisa mendapatkan ilmu tanpa modal.

CERITA : 
Ada sebuah tempat untuk mengikuti kursus komputer di kota dekat kampung saya. Karena kesulitan biaya untuk ikut program kursus komputer, saya mencoba mendekati pemilik tempat kursus tersebut dengan cara berkenalan dan sering berkunjung ke tempat kursus. Ketika dilaksanakan kegiatan kursus yang hanya diberi sekat papan biasa, saya bisa dengan leluasa mendengar dan mencatat pelajaran yang diberikan instruktur kursus kepada para peserta kursus.

Waktu pun berjalan. Dengan pendekatan yang cukup lama, akhirnya di waktu jam kosong saya memberanikan diri menggunakan fasilitas komputer yang ada seraya meminta izin kepada pemiliknya. Dengan bermodalkan kecepatan tangan dalam mengetik, mulailah saya belajar sendiri ditempat itu.
Beberapa minggu berselang, melihat kecepatan tangan yang saya miliki, pemilik tempat kursus pun menawarkan pekerjaan kepada saya. Katanya ; "Selain tempat kursus, saya juga ingin membuka tempat pengetikan disini. Bagaimana kalau kamu bekerja sebagai juru ketik disini." Mendengar tawaran tersebut saya pun menyatakan siap dengan catatan : ujar saya ; "tapi saya tidak bisa mengedit hasil ketikan dengan baik". Si pemilik kursus katakan ; "nanti saya ajarkan".

Waktu demi waktu terus berjalan, akhirnya ilmu komputer bisa saya dapatkan secara cuma-cuma hanya dengan bermodalkan sebuah pendekatan. Dan dari hasil kerja selama beberapa bulan akhirnya saya bisa membeli unit komputer sendiri

Cerita singkat diatas adalah kenangan belajar tanpa modal di masa lalu. Sekarang saya telah berdikari alias berdiri diatas kaki sendiri. Membuka tempat usaha komputer sendiri di kota.

n/b : cerita singkat seorang teman!

Dari cerita diatas dapat kita simpulkan bahwa sebuah kesuksesan dimasa sekarang ini masih bisa dibangun tanpa modal anggaran dana. Mendapatkan ilmu secara cuma-cuma masih bisa dilakukan jika anda dan saya cakap dalam melihat sebuah peluang. Dari ilmu tersebut, kita bisa menciptakan peluang usaha sendiri


Postingan populer dari blog ini

Calon Isteri dari Suku Dayak Maanyan? Baca Sekilas Tentang Pemenuhan Hukum Adat Dayak Maanyan

Dalam prosesi pernikahan menurut adat suku dayak maanyan selalu dilalui dengan acara pemenuhan hukum adat. Ketentuan ini telah diatur berdasarkan adat istiadat yang berlaku dalam suku dayak secara khusus suku dayak maanyan. Akan tetapi jangan dipersepsikan bahwa hukum adat tersebut merupakan pernikahan atau perkawinan secara adat. 

Mengapa Partai Politik yang ada di Indonesia begitu banyak?

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Pernahkah anda diberi buku kecil seperti notes yang bertuliskan AD/ART Partai Politik "Anu". Jika ya, sekarang cobalah anda anda bertemu dengan seorang pengurus Partai Politik lainnya dan mintalah AD/ART Partai Politik lainnya tersebut. Jika sudah, kemudian silahkan anda baca dan bandingkan Kedua Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tersebut. Jika anda selesai membacanya, maka silahkan anda bandingkan prosentase persamaan kedua AD/ART tersebut. Jika anda mendapatkan prosentase persamaan diatas lima puluh persen, maka sebenarnya kedua AD/ART tersebut memiliki tujuan yang sama.

Cerita di Tahun 80 an

Sebelumnya. author perlu menegaskan bahwa nama / tokohm dan cerita dalam tulisan ini adalah fiktif semata. Mohon maaf bila nama yang ada mungkin sama dengan nama anda!.(Just For Fun) Tulisan ini juga cukup panjang, jadi baca ceritanya dengan baik sampai selesai agar dapat dimengerti, Okey

Kisah berikut ini terjadi pada tahun 1980 an