Langsung ke konten utama

Ubah paradigma Optimalisasi Blog

Banyak blogger berupaya untuk mengoptimalkan blognya agar posisinya lebih baik di mesin pencari. Artinya dari sekian banyak tips yang diberikan selalu mengenai tentang "bagaimana agar blognya optimal di mesin penelusuran dan mendapatkan ranking yang baik.

Hal ini menurut saya tidak salah, tetapi jika terus berfikir kearah tersebut terkadang kita bisa mendapatkan sesuatu yang sebaliknya/berlawanan arah, seperti finalty oleh google atau turunnya alogaritma blog.

Saya membuat tulisan ini karena pernah pula merasakan hal yang sama yaitu mengupayakan blog ini agar optimal di mesin pencari. Dan hasilnya sungguh diluar dugaan yaitu pagerank blog turun menjadi angka "zero" atau "Nol".

Upaya pengoptimalan agar blog lebih SEO friendly bagi Mesin Pencari dan Manusia sebagai pengguna internet menurut pendapat saya bukan dibangun dengan menggunakan rumus atau formula melainkan bersifat alamiah. Maksudnya adalah kita tidak harus selalu mengandalkan mesin pencari sebagai wadah untuk pengoptimalan.

Untuk mencapai hal tersebut sudah saatnya kita merubah paradigma "pengoptimalan pencarian" dengan membangun "Optimalisasi Konten".
Optimalisasi konten yang saya maksudkan adalah dengan cara mengkombinasikan tiga bagian di bawah ini, yaitu :

1. Daya Tarik konten
2. Efektivitas Konten
3. Konsumsi Konten.

Ketiga daya tarik diatas semuanya menuju pada satu arah yaitu Manusia sebagai pengguna bukan pada mesin pencari. Saya tidak akan mengurai satu persatu dari bagian diatas, tetapi sebagai penulis blog kita semua pasti dapat menjabarkan maksud dari ketiga poin diatas dengan pola pemikiran masing-masing.




Postingan populer dari blog ini

Calon Isteri dari Suku Dayak Maanyan? Baca Sekilas Tentang Pemenuhan Hukum Adat Dayak Maanyan

Dalam prosesi pernikahan menurut adat suku dayak maanyan selalu dilalui dengan acara pemenuhan hukum adat. Ketentuan ini telah diatur berdasarkan adat istiadat yang berlaku dalam suku dayak secara khusus suku dayak maanyan. Akan tetapi jangan dipersepsikan bahwa hukum adat tersebut merupakan pernikahan atau perkawinan secara adat. 

Mengapa Partai Politik yang ada di Indonesia begitu banyak?

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Pernahkah anda diberi buku kecil seperti notes yang bertuliskan AD/ART Partai Politik "Anu". Jika ya, sekarang cobalah anda anda bertemu dengan seorang pengurus Partai Politik lainnya dan mintalah AD/ART Partai Politik lainnya tersebut. Jika sudah, kemudian silahkan anda baca dan bandingkan Kedua Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tersebut. Jika anda selesai membacanya, maka silahkan anda bandingkan prosentase persamaan kedua AD/ART tersebut. Jika anda mendapatkan prosentase persamaan diatas lima puluh persen, maka sebenarnya kedua AD/ART tersebut memiliki tujuan yang sama.

Cerita di Tahun 80 an

Sebelumnya. author perlu menegaskan bahwa nama / tokohm dan cerita dalam tulisan ini adalah fiktif semata. Mohon maaf bila nama yang ada mungkin sama dengan nama anda!.(Just For Fun) Tulisan ini juga cukup panjang, jadi baca ceritanya dengan baik sampai selesai agar dapat dimengerti, Okey

Kisah berikut ini terjadi pada tahun 1980 an