SAYA SATU - KAMU SATU

Catatan akhir pekan :Cuap-cuap

Di setiap akhir pekan, blog lirik-kiri-kanan akan menghadirkan kembali cerita cuap-cuap sebagai bentuk penyegaran bagi semua pembaca.

Pada suatu hari, tepatnya sekitar jam 6 sore, dua orang pemuda masuk ke area perkebunan jeruk milik salah seorang petani. Ya, mereka adalah pencuri yang ingin mencuri buah jeruk di perkebunan tersebut. Setelah mengisi satu karung penuh buah jeruk dan ingin mengisi jeruk pada kantung yang kedua, kedua pencuri ini terkejut karena di pergoki oleh anjing penjaga kebun milik petani. Karena takut, keduanya langsung melarikan diri dengan membawa satu karung penuh buah jeruk, sementara karung yang kedua mereka tinggalkan.


Anjing penjaga itu terus mengejar. Sementara itu ketika melewati pekuburan, kedua pencuri inipun sepakat untuk masuk ke areal pekuburan guna menghindari kejaran anjing penjaga. Di depan gerbang pekuburan, dua buah jeruk terjatuh dari karung, namun itu tidak mereka hiraukan.
Benar saja, ketika kedua pencuri itu masuk lokasi pekuburan tersebut, si anjing penjaga akhirnya kehilangan jejak mereka lalu pergi kembali ke areal kebun jeruk milik majikannya.

Sementara itu, kira-kira pukul setengah 7 malam, kedua pencuri yang duduk dibelakang tembok salah satu pusara, melihat ke sekelilingnya. Dan salah satu dari pencuri itu berkata :

Pencuri 1 : Eh, sepertinya sudah aman. Anjing tersebut sudah tidak berada di sekitar tempat ini
Pencuri 2 : sepertinya begitu. Kalau begitu bagaimana jika buah jeruk ini kita bagi sama rata.
Pencuri 1 : saya setuju.
Pencuri 2 : baik, saya mulai. SAYA SATU..KAMU SATU (begitulah seterusnya suara pencuri 2 membagikan buah jeruk curian mereka.

Ketika sedang asyik berhitung, ada seorang penduduk berjalan melewati lokasi pekuburan tersebut. Langkah pemuda itu tiba-tiba terhenti ketika mendengar sayup-sayup suara SAYA SATU..KAMU SATU. 
Pemuda tersebut menajamkan indera pendengarannya dan suara yang berbunyi SAYA SATU..KAMU SATU tersebut semakin terdengar sangat dekat dengan posisi ia berdiri.

Mengetahui ada suara aneh dari lokasi pekuburan tersebut, rasa takut tiba-tiba menghampiri pemuda itu . Kemudian tanpa berfikir panjang, pemuda itu langsung pergi meninggalkan tempat itu dan melaporkan kepada Pak Ustad.

Pemuda : pak ustad, tadi saya baru saja melewati pekuburan. dan saya mendengar jelas ada suara aneh dari salah satu kuburan yang ada di sana. Jangan-jangan ?
Pak Ustad : yang benar, masa ada suara seperti itu di jaman sekarang ini.
Pemuda : benar pak ustad, saya tidak bohong. Kalau tidak percaya, kita kesana saja pak!

Mendengar itu, pak Ustad pun merasa perlu mengecek kebenaran yang disampaikan si pemuda. Lalu mereka berdua pun pergi menuju ke lokasi pekuburan.

Setelah tiba disana, pak ustad dan pemuda itu mulai melangkah pelan memasuki gerbang pekuburan sambil menajamkan indera pendengaran mereka. Tidak lama kemudian, terdengarlah suara SAYA SATU..KAMU SATU.

Pemuda : nah, pak ustad. benarkan kata saya (berbicara setengah berbisik kepada pak ustad)
Pak Ustad : benar, saya mendengarnya juga
Pemuda : mungkin itu suara jin penunggu kuburan pak ustad
Pak Ustad : ahh, mana mungkin (sambil memegang tengkuknya yang mulai dibasahi keringat  karena sebagai manusia biasa, pak ustad juga memiliki rasa takut)

Namun tiba-tiba, mendadak suara yang mereka dengar tiba-tiba berubah. Suara tersebut bukan lagi hanya kalimat SAYA SATU..KAMU SATU, melainkan "NAH, SUDAH SAMA PEMBAGIANNYA. TAPI, TUNGGU DULU, SAYA RASA MASIH ADA DUA LAGI YANG BELUM KITA BAGI. ITU, ADA DUA YANG TERTINGGAL DI DEPAN GERBANG. JADI BIAR RATA, SAYA AMBIL YANG SATUNYA, KAMU YANG SATUNYA LAGI, BAGAIMANA?"

Mendengar suara berbeda tersebut, sontak saja pak ustad dan pemuda itu langsung berkata "ampun, kami tidak bermaksud apa-apa". Dan dengan langkah seribu Pak Ustad dan pemuda itu lari terbirit-birit.

Popular Posts