Langsung ke konten utama

Jawabannya adalah Nilai

Nilai
Saya sadari bahwa setiap individu pengguna internet ini pasti memiliki perbedaan yang artinya tidak semua orang dapat mengerti dan memahami apa yang kita katakan. Jadi setiap tulisan yang kita share pasti tidak akan selalu bisa dipahami sepanjang waktu.

Saya sering bertanya kepada diri sendiri apakah mereka menyukai apa yang saya tuliskan ini?, apakah mereka menikmati apa yang saya sampaikan? atau bagaimana saya menempatkan posisi agar  siapapun yang datang berkunjung menikmati apa yang saya utarakan?

Ketika pertanyaan-pertanyaan tersebut hadir dalam benak saya, akhirnya mengarahkan pada satu titik kesimpulan yaitu bahwa seseorang yang datang membaca tulisan kita pada hari ini mungkin saja tidak akan peduli lagi dengan apa yang kita tuliskan tersebut ketika ada tulisan baru yang kita share atau dapat pula kita katakan bahwa seseorang mungkin tidak akan mengingat lagi apa yang kita sampaikan atau utarakan pada hari sebelumnya.

Lalu bagaimana agar apa yang kita tuliskan kemarin tidak sirna begitu saja atau bagaimana agar tulisan tersebut masih bisa di nikmati oleh pengguna atau pembaca baru? jawabannya adalah Nilai.

Nilai atau kualitas konten menjadi penentu agar bisa mencapai seluruh lapisan pembaca baik itu pembaca hari ini maupun pembaca baru yang belum pernah membacanya. Itulah yang kemudian saya pahami ketika membaca berbagai macam tulisan para penulis blog yang selalu mengatakan "buatlah artikel berkualitas untuk mencapai audiens anda!"

Bagaimana pendapat anda?

Postingan populer dari blog ini

Calon Isteri dari Suku Dayak Maanyan? Baca Sekilas Tentang Pemenuhan Hukum Adat Dayak Maanyan

Dalam prosesi pernikahan menurut adat suku dayak maanyan selalu dilalui dengan acara pemenuhan hukum adat. Ketentuan ini telah diatur berdasarkan adat istiadat yang berlaku dalam suku dayak secara khusus suku dayak maanyan. Akan tetapi jangan dipersepsikan bahwa hukum adat tersebut merupakan pernikahan atau perkawinan secara adat. 

Mengapa Partai Politik yang ada di Indonesia begitu banyak?

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Pernahkah anda diberi buku kecil seperti notes yang bertuliskan AD/ART Partai Politik "Anu". Jika ya, sekarang cobalah anda anda bertemu dengan seorang pengurus Partai Politik lainnya dan mintalah AD/ART Partai Politik lainnya tersebut. Jika sudah, kemudian silahkan anda baca dan bandingkan Kedua Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tersebut. Jika anda selesai membacanya, maka silahkan anda bandingkan prosentase persamaan kedua AD/ART tersebut. Jika anda mendapatkan prosentase persamaan diatas lima puluh persen, maka sebenarnya kedua AD/ART tersebut memiliki tujuan yang sama.

Cerita di Tahun 80 an

Sebelumnya. author perlu menegaskan bahwa nama / tokohm dan cerita dalam tulisan ini adalah fiktif semata. Mohon maaf bila nama yang ada mungkin sama dengan nama anda!.(Just For Fun) Tulisan ini juga cukup panjang, jadi baca ceritanya dengan baik sampai selesai agar dapat dimengerti, Okey

Kisah berikut ini terjadi pada tahun 1980 an