Pentingnya Kategori Blog

Blog dengan banyak kategori yang tidak terbatas rangkuman titel dan deskripsi merupakan bagian penting untuk memberitahukan kepada pembaca anda bahwa si pemilik blog (blogger) memiliki sumber daya lain yang bisa ia sajikan kepada pembaca blognya. Dalam istilah kuliner, anda dapat memilih berbagai macam menu makanan lainnya disamping makanan pokok yang disediakan.

Sebagai seorang penulis blog yang menyukai dan menilai sesuatu dengan logika, maka tidak jarang ide-ide  artikel blog yang saya sajikan di lembar posting blog ini merupakan bagian dari inspirasi berdasarkan hasil pengamatan, pembicaraan atau penjelasan dan satu bagian kalimat dari artikel blogger lain.

Lebih jauh lagi tentang fungsi kategori yang kadang dibuat sangat tidak mengarah ke titel dan deskripsi blog sebenarnya merupakan langkah dari seorang blogger untuk menjaga dan meningkatkan traffic blognya, walaupun banyak pakar web mengatakan dalam tulisannya bahwa fokus pada konten yang searah dengan titel dan deskripsi blog, menjadikan blog tersebut semakin baik di mata pembaca dan mesin pencari atau dapat saya ibaratkan maksud dari pakar tersebut adalah sebagai berikut : "Jika anda seorang penulis buku cerita cinta, fokuskan untuk terus menggali potensi tentang cinta, agar para pembaca cerita cinta menyukai dan mengupdate setiap tulisan yang anda buat".

Ketika para pakar web mengatakan demikian, lalu mengapa banyak blogger menciptakan kategori yang bisa sangat bertolak belakang dari titel dan deskripsi blognya?
Pandangan singkat melalui interview antara saya dan teman saya, seorang pemilik kios di persimpangan desa saya menjelaskan kepada kita semua sebagai blogger tentang pentingnya menampilkan bermacam-macam kategori (labels) tersebut.

(Fahmi, pemilik kios)

Penho : "Mi, biasanya dalam satu hari berapa liter bensin yang laku terjual?"

Fahmi : "Paling cuma lima belas sampai dua puluh liter"

Penho : "Kalau begitu, kenapa tidak dijual saja kepada penjual bensin eceran lain yang ada di daerah yang lebih jauh dari pusat kota, biar lebih cepat perputaran penjualan bensinnya?"

Fahmi : "Hehehe...ini bukan soal cepat atau lambat perputarannya, tetapi orientasi bisnisnya kawan!"

Penho : "Maksudnya?"

Fahmi : "Begini kawan, saya ini punya kios. Artinya saya juga menjual barang dan bahan lain selain bensin. Jadi, ketika bensin ini saya jual kepada pengecer lain biar cepat perputarannya seperti yang kamu bilang, hasil akhirnya saya yang rugi"

Penho : "Rugi bagaimana kawan, masih belum paham nih?"

Fahmi : "Begini teman, jika seseorang singgah di tempat saya ini untuk membeli bensin (bukan pembeli dari pengecer lain), biasanya orang tersebut punya tujuan. Tujuan tersebut bisa saja ingin pergi ke pasar untuk membeli sesuatu misalnya gula dan kopi. Jadi, ketika ia berhenti sejenak membeli bensin disini, mungkin si pembeli tersebut melihat bahwa di sini selain menjual bensin saya juga menjual gula dan kopi. sehingga si pembeli tidak usah repot-repot lagi pergi ke pasar.
Intinya, bensin saya terjual 1 atau 2 liter, dan barang/bahan lainnya di kios ini juga terjual. Begitu rahasianya kawan".

Nah, penjelasan dari teman saya ini yang kemudian saya implementasikan dalam dunia blogger, dimana Bensin merupakan artikel utama yang mengarah kepada titel dan deskripsi blog, sementara bahan lainnya yang dijual di kios tersebut merupakan bagian dari kategori.

Bagaimana pendapat anda?


Popular posts from this blog

Mengapa Partai Politik yang ada di Indonesia begitu banyak?

Alergi Air Hujan

Cerita di Tahun 80 an