Langsung ke konten utama

Fokuskan Konten Pada Pembaca

Banyak blogger terobsesi untuk mendapatkan peringkat di search engine. Obsesi yang kuat tersebut memacu semangat yang luar biasa untuk terus menerus menulis artikel apa saja agar dapat memperoleh peringkat yang baik di search engine. Kadang guna mendapatkan keinginan tersebut, konten yang dihadirkan cenderung merupakan hasil duplikasi dari penulis lain. Tetapi ketika yang diharapkan tersebut tidak kunjung datang menghampiri, membuat author menjadi patah semangat dan mengakhiri aktivitas menulisnya di blog.

Saya pun pada awalnya memiliki obsesi demikian. Setelah sempat meningkat dengan memperoleh pagerank 2 di google, tiba-tiba ranking blog turun menjadi 1.  Awalnya saya sendiri bingung dengan keadaan seperti ini. Apakah ada yang salah? Entahlah! Tetapi yang jelas sampai saat ini pun ranking blog saya tetap di posisi 1.

Lalu apa yang menyebabkan obsesi tersebut kini tidak mampu mengakhiri aktivitas saya menuliskan apa saja untuk di update di blog ini?
 
"Fokuskan konten pada pembaca". Inilah logika yang saya terapkan untuk mengalahkan obsesi tersebut. Dalam membangun jaringan agar blog dan konten yang saya tuliskan bisa menjangkau para pengguna internet, saya tidak ingin hanya berpatokan kepada search engine sebagai wadah pencarian. Ada banyak jejaring sosial yang bisa digunakan, dengan memasang link di blog sahabat blogger atau meninggalkan link blog saya melalui komentar adalah cara alternatif untuk menerapkan ini semua. Fokus ini walaupun belum dapat menaikan pagerank blog ini kembali, tetapi melahirkan sebuah kebijakan baru dengan di setujuinya blog ini sebagai tempat untuk menawarkan iklan dari adsense. Inilah yang saya maksudkan.
 
Tetapi perlu diingat bahwa saya tidak bermaksud mengatakan sebuah peringkat search engine tidak baik, tetapi jika lalu lintas blog yang anda dapatkan sudah cukup baik hanya dengan melalui jaringan lain, maka tetaplah fokus untuk berkreasi dan jangan patah semangat hanya karena sebuah peringkat, karena yang kita inginkan dari sebuah tulisan yang kita buat adalah untuk di sajikan kepada pengguna media internet itu sendiri.




Postingan populer dari blog ini

Calon Isteri dari Suku Dayak Maanyan? Baca Sekilas Tentang Pemenuhan Hukum Adat Dayak Maanyan

Dalam prosesi pernikahan menurut adat suku dayak maanyan selalu dilalui dengan acara pemenuhan hukum adat. Ketentuan ini telah diatur berdasarkan adat istiadat yang berlaku dalam suku dayak secara khusus suku dayak maanyan. Akan tetapi jangan dipersepsikan bahwa hukum adat tersebut merupakan pernikahan atau perkawinan secara adat. 

Mengapa Partai Politik yang ada di Indonesia begitu banyak?

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Pernahkah anda diberi buku kecil seperti notes yang bertuliskan AD/ART Partai Politik "Anu". Jika ya, sekarang cobalah anda anda bertemu dengan seorang pengurus Partai Politik lainnya dan mintalah AD/ART Partai Politik lainnya tersebut. Jika sudah, kemudian silahkan anda baca dan bandingkan Kedua Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tersebut. Jika anda selesai membacanya, maka silahkan anda bandingkan prosentase persamaan kedua AD/ART tersebut. Jika anda mendapatkan prosentase persamaan diatas lima puluh persen, maka sebenarnya kedua AD/ART tersebut memiliki tujuan yang sama.

Cerita di Tahun 80 an

Sebelumnya. author perlu menegaskan bahwa nama / tokohm dan cerita dalam tulisan ini adalah fiktif semata. Mohon maaf bila nama yang ada mungkin sama dengan nama anda!.(Just For Fun) Tulisan ini juga cukup panjang, jadi baca ceritanya dengan baik sampai selesai agar dapat dimengerti, Okey

Kisah berikut ini terjadi pada tahun 1980 an