Cerita Sukses Seorang Koruptor

Kali ini saya akan menceritakan tentang seorang bendarahawan yang melakukan praktek korupsi dengan sebuah pertimbangan. Ini merupakan kisah nyata seorang oknum yang terjadi beberapa tahun silam. Yang jelas ini bukan fiksi seperti yang sangat di sukai oleh sahabat blogger kita si Eksak, pemilik blog http://ex3onfire.blogspot.com.

Ceritanya begini :

Pada usia yang tinggal beberapa tahun lagi akan pensiun, oknum yang menjabat sebagai bendaharawan di salah satu instansi pemerintah ini nekat melakukan praktek korupsi dana di instansi yang ia pegang. Korupsi dana sebesar 1,5 milyar tersebut ia lakukan dengan pertimbangan bahwa sampai masa pensiun, gaji yang ia peroleh tidak akan mampu mencapai nilai dana yang di korupsi, dan bahkan sampai puluhan tahun setelah pensiun tetap tidak akan mampu mencapai 1,5 milyar.
Sehingga dengan pertimbangan tersebut akhirnya ia nekat melakukan korupsi dengan cara mencuri / mengambil dana tersebut lalu membawanya lari keluar dari daerahnya.

Enam bulan setelah ia kabur (menjadi buronan) membawa duit negara tersebut dan menghabiskan dana sekitar 500 juta, akhirnya ia kembali ke tempat asalnya untuk menyerahkan diri. Tetapi sebelum ia menyerahkan diri, uang yang kini tersisa sekitar 1 milyar, ia simpan di dalam tanah di bawah gubuk di lokasi kebun miliknya. tersimpan rapi dengan cara menggali dan mengecor beberapa bagian tanah di bawah gubuknya, oknum ini pun menyimpan uang tersebut.

Singkat kata setelah menyerahkan diri, ia pun terjerat hukuman dan denda. Namun karena tidak mau membayar denda maka subsider hukumannya bertambah. Putusan Pengadilan mengharuskan oknum tersebut wajib berada di balik jeruji besi selama 7 tahun.

Waktu demi waktu pun berlalu Kebaikan yang ia hadirkan selama masa penahanannya membuat ia mendapat beberapa kali remisi dan akhirnya kurang lebih 6 tahun, ia pun dapat menghirup udara bebas kembali.

Apa yang terjadi setelah itu? beberapa bulan agar tidak terlalu mencurigakan, ia bersabar mengerjakan ladangnya, bertanam sayur-sayuran dan tanaman lainnya. Setelah sukses bertanam, menjual sayurannya yang sebenarnya tidaklah terlalu banyak memperoleh hasil. ia pun membeli pick up dan kembali bertanam, sambil membeli sayuran dari orang-orang di sekitarnya. intinya ia menjadi pedagang pengumpul. Setelah dua tahun, ia pun mendirikan rumah dan terus melakukan aktivitasnya sebagai pedagang pengumpul. Sukses? ya... Pertimbangan tersebut kini menjadikannya sukses. Tetapi kesuksesan tersebut di dapatkan dari tindakan yang tidak benar, karena ada hak orang lain yang ia ambil.

Berkaca dari cerita itu, apakah mungkin ini yang ingin dilakukan oleh para koruptor negeri ini? saya pun tidak tahu. tetapi yang jelas, tindakan yang menyalahi aturan dan hukum ini sangat tidak dibenarkan. Oleh karena itu, apapun alasannya, sebagai warga negara yang punya hak untuk berbicara walaupun hanya sekedar orang kampung, saya sangat setuju apabila para koruptor diberi sanksi berat atas tindakannya ini. Hukuman seumur hidup? menurut saya ini akan membuat jera para koruptor baik melakukan korupsi secara sendiri atau berkelompok.

Bagaimana menurut anda?

N/B. Selamat HARI PAHLAWAN, 10 Nopember 2012. Terimakasih kepada para pendahulu atas jasa-jasanya. Semoga Momentum hari Pahlawan atau bertepatan dengan hari Sabtu akan menjadi awal dari Berkurangnya Para Koruptor di Negeri ini.

Popular posts from this blog

Alergi Air Hujan

Mengapa Partai Politik yang ada di Indonesia begitu banyak?

Kamus Dayak Ma'anyan