Tawuran (Penho Opinion Today)

Penho, this is my opinion today!
Sebagai warga kampung yang bukan kampungan karena sebenarnya perbedaan orang yang tinggal dan hidup kampung dengan orang yang tinggal dan hidup di kota hanya terletak pada kemudahan, sementara kenyaman itu relatif adanya, karena tergantung pada situasi dan kondisi.

Hari ini saya akan memberikan opini tentang tawuran. Tawuran adalah tindakan yang menjurus kearah tindak kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang. Tindakan kekerasan ini mengakibatkan kerugian materi dan non materi. Sementara dari sisi keuntungan yang dipersepsikan secara salah oleh sekelompok orang tersebut adalah Kepuasan atau Rasa Puas. 

Ketika rasa puas itu terpenuhi, akhirnya masalah tersebut akan lenyap serta merta sampai dengan hadirnya sebuah kegiatan pemicu lagi.

Anda tahu kan bagaimana kalau wajah saya lagi serius.. Ya seperti ini
Sebenarnya awal penyebab terjadinya tawuran itu simple yaitu Pembelaan Terhadap Harga Diri. Pembelaan harga diri yang di persepsikan dengan salah dan di implementasikan secara salah pula mengakibatkan terjadinya aktivitas yang menyalahi aturan, norma-norma hukum dan bahkan Agama.

Harga diri siapa yang di bela? Teman, saudara, keluarga, atas nama kelompok, dan lain sebagainya yang di rasa telah di injak-injak oleh orang lain atau kelompok lain mengakibatkan perlunya dilakukan aksi pembelaan dengan jalan dan aturan yang dibuat sendiri atau sepihak, tanpa memperhatikan rambu-rambu hukum dan norma-norma lain yang berlaku di daerah atau negaranya.

Bagaimana Mengatasinya?
Berbicara soal cara mengatasi hal ini dari sisi pola fikir saya sendiri adalah dengan cara MENEGAKKAN HUKUM SETEGAK-TEGAKNYA. Aparat pemerintah dan aparat penegak hukum harus menegakkan supremasi hukum yang tegas untuk mengatasi masalah ini. 
Mengapa saya katakan aparat penegak hukum dan pemerintah, bukan kepada personal, lingkungan, para pemuka agama, dan lainnya yang perlu membenahi sehingga keadaan ini tidak terjadi lagi di masyarakat?
Jawabannya yang saya berikan adalah karena sebenarnya keadaan dan masalah ini terjadi bukan hanya karena orang-orang yang melakukannya mempunyai pemahaman dan pemikirannya dangkal, tetapi kepada mereka yang mempunyai intelektual tinggi pun hal ini bisa timbul secara spontanitas. Jadi ini murni bukan karena kurangnya pemahaman agama, pancasila, UUD dan lain sebagainya, tetapi mutlak terjadi karena Lemahnya Penegakan Supremasi Hukum yang berlaku negaranya.

Saya rasa cukup dulu yah, capek nulisnya. tetapi inti sari dari opini ini mudah-mudahan dapat anda fahami.

Popular posts from this blog

Alergi Air Hujan

Mengapa Partai Politik yang ada di Indonesia begitu banyak?

Kamus Dayak Ma'anyan