Mengetahui Kunjungan Berkualitas di Blog

  1. Ketika seseorang bermukim/berdomisil ditempat atau di daerah yang baru maka selaku penduduk baru ia wajib untuk memperkenalkan diri kepada ketua RT dan RW serta para tetangga disekitarnya.
  2. Jika anda ingin keripik singkong yang anda jual laku keras, maka anda wajib untuk memperkenalkan produk keripik singkong buatan sendiri tersebut kepada para konsumen.
Dua contoh diatas jika di translate-kan kedalam dunia blogger disebut blogger walking atau blogwalking. 
Blogwalking tujuan utamanya adalah untuk memperkenalkan bahwa si pengguna internet sekarang telah memiliki blog. Dengan menanamkan umpan link melalui form komentar di blog lain, maka tujuannya sebagaimana contoh diatas telah tercapai. Kini sang author tinggal menunggu umpannya dimakan sambil mempersiapkan tulisan hasil karya sendiri atau juga bisa hasil dari jiplakan karya tulis blogger lain. hehehe...!

Sekarang yang menjadi persoalan selanjutnya ialah apakah dengan banyaknya umpan yang dimakan tersebut dapat disebut sebagai kunjungan berkualitas?


Nah, disini saya menggunakan analogi sendiri. Jawabannya adalah tidak seratus persen. Tidak Seratus Persen disini artinya jika uang anda berjumlah Rp. 999.999,- maka tidak bisa dikatakan satu juta rupiah.
Kenapa demikian? 
Karena mbah google melalui lembar analisanya menerangkan bahwa returning visitor tidak akan mendongkrak posisi blog secara signifikan. Disamping itu jika dilihat dari prosentase new visitor memang cukup baik, tetapi jika di tautkan dengan Kunjungan Berkualitas maka prosentase new visitor juga tidak akan mampu mendongkrak posisi blog secara signifikan apabila tanpa melalui sebuah proses.

Lalu pertanyaan berikutnya adalah Proses yang bagaimana agar bisa memenuhi standar Kunjungan Berkualitas tersebut? 

Mari kita pakai contoh nomor 2 diatas:
Jika seseorang memiliki hajatan, lalu dalam acara tersebut ia memerlukan keripik singkong untuk disajikan, orang itu akan membuka internetnya kemudian menuliskan kalimat "pesan keripik singkong yang enak" di kolom penelusuran google, lalu mengklik blog si produsen dan memesan keripik singkong tersebut. Maka itulah yang disebut dengan Kunjungan Berkualitas.
Mengapa contoh ini sebut berkualitas? Ini dikarenakan seseorang mencari informasi melalu Kolom Penelusuran Google tanpa diberi umpan terlebih dahulu. 
Karena itu untuk mendapatkan kunjungan berkualitas, hendaknya dituntut untuk menciptakan informasi yang berkualitas dan diperlukan oleh banyak orang sehingga disaat pengguna internet memerlukan informasi yang tepat, semuanya ada di blog yang anda miliki.

Demikian kira-kira analogi menurut metode sendiri. Berkualitas atau tidak tulisan ini, semuanya tergantung kepada anda-anda semua karena Motto Utama Saya yaitu "Yang Penting Di Update" telah tercapai. hahahahahha...!!

Popular posts from this blog

Mengapa Partai Politik yang ada di Indonesia begitu banyak?

Alergi Air Hujan

Cerita di Tahun 80 an