Langsung ke konten utama

Google Tidak Ingin Kehilangan Pelanggan (Bacaan Akhir Pekan)

Setelah menganalisa, berfikir lagi, analisa lagi dan kemudian berkata dalam hati posting atau tidak? akhirnya saya mengambil sebuah kesimpulan sebagaimana motto dari blog sederhana bertemakan Inspirasi Opini dan Logika Blogger ini yaitu Yang Penting di Update.

Analisa ini saya rasa cukup penting bagi yang ingin mendapatkan income dari blognya dan sementara bagi yang hanya sekedar ingin ber-blogging-ria, tulisan ini ya harus dibaca juga hehehhe...!

Lanjut ...........
Pada tulisan terdahulu, saya mengulas tentang metode agar blog dapat diterima google adsense. buat yang belum membaca dapat membaca kembali dengan mengklik bagian label dengan tema adsense di sidebar blog ini.

Kembali ke Analisa atau hipotesa atau apalah namanya......!!!
Kita semua pasti tahu kegunaan dari hadirnya internet di muka bumi ini.(bahkan sampai pelosok kampung saja, orang bisa berinternet ria) adalah untuk mencari dan mendapatkan informasi secara mudah dan cepat. Nah, karena itu maka pengguna internet disebut sebagai pencari informasi.
Pencari informasi ini adalah pelanggan utama google. Karena google tidak ingin kehilangan para pelanggannya untuk mendapatkan informasi yang BERKUALITAS  (pencari info lewat penelusuran google), maka google membuat kebijakan untuk para pembuat informasi (seperti anda dan saya selaku author blog alias blogger) agar lebih mementingkan kualitas konten / artikel dari pada sibuk ngurus'in optimasi blog agar  traffic gede. Karena ketika kualitas konten yang disajikan bermanfaat bagi pencari informasi maka secara otomatis google akan memanjakan kita dengan mendapatkan kesempatan untuk menempatkan link blog dan artikel kita di urutan nomor wahid di kolom penelusurannya serta memperoleh bonus untuk  mengelola akun google adsense.

Lalu bagaimana setelah anda diterima oleh adsense?
Yahhh, ....tetap berupaya semaksimal mungkin memberikan informasi yang berkualitas melalui konten yang dibuat atau bisa membagikan penanyangan secara merata antara konten sederhana dan konten yang penting untuk menjadi bahan informasi bagi pengguna internet (seperti blog ini yang akhirnya bukan hanya sekedar cuap-cuap semata hehehehe..).

Jadi, ketika konten / artikel yang anda sajikan diperlukan atau banyak dicari oleh si pencari informasi, maka dengan serta merta blog anda bisa mendapatkan kontrak kerjasama dari google adsense, kemudian ranking serta traffic blog secara otomatis akan lebih baik. 

Mungkin itu aza yang bisa dibagikan buat dibaca-baca! wah, panjang juga ya tulisannya! mudah-mudahan anda tidak bosan membacanya.

Postingan populer dari blog ini

Calon Isteri dari Suku Dayak Maanyan? Baca Sekilas Tentang Pemenuhan Hukum Adat Dayak Maanyan

Dalam prosesi pernikahan menurut adat suku dayak maanyan selalu dilalui dengan acara pemenuhan hukum adat. Ketentuan ini telah diatur berdasarkan adat istiadat yang berlaku dalam suku dayak secara khusus suku dayak maanyan. Akan tetapi jangan dipersepsikan bahwa hukum adat tersebut merupakan pernikahan atau perkawinan secara adat. 

Mengapa Partai Politik yang ada di Indonesia begitu banyak?

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Pernahkah anda diberi buku kecil seperti notes yang bertuliskan AD/ART Partai Politik "Anu". Jika ya, sekarang cobalah anda anda bertemu dengan seorang pengurus Partai Politik lainnya dan mintalah AD/ART Partai Politik lainnya tersebut. Jika sudah, kemudian silahkan anda baca dan bandingkan Kedua Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tersebut. Jika anda selesai membacanya, maka silahkan anda bandingkan prosentase persamaan kedua AD/ART tersebut. Jika anda mendapatkan prosentase persamaan diatas lima puluh persen, maka sebenarnya kedua AD/ART tersebut memiliki tujuan yang sama.

Cerita di Tahun 80 an

Sebelumnya. author perlu menegaskan bahwa nama / tokohm dan cerita dalam tulisan ini adalah fiktif semata. Mohon maaf bila nama yang ada mungkin sama dengan nama anda!.(Just For Fun) Tulisan ini juga cukup panjang, jadi baca ceritanya dengan baik sampai selesai agar dapat dimengerti, Okey

Kisah berikut ini terjadi pada tahun 1980 an