Pilkgub DKI Barometer Politik Indonesia

Pemilihan gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta telah usai. Walaupun perhitungan suara hanya sebatas Quick Count sampai saat ini, namun menurut beberapa lembaga survey yang ada, semuanya memenangkan Jokowi-Ahok sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI lima tahun mendatang.
Foke-Nara sebagai Calon incumbent yang didukung oleh Koalisi partai besar macam Demokrat, Golkar, PKS dan PPP ternyata tidak mampu memenangkan pasangan incumbent ini. Hal ini membuktikan bahwa sebenarnya Partai Politik besar dan berkuasa tidak berpengaruh sama sekali terhadap hasil akhir. karena rakyatlah yang menentukan.
Sebagai warga negara Indonesia, gue biarpun bukan warga Jakarta (karna berdomisili dipedalaman kalimantan), juga selalu menyimak tentang dunia politik di indonesia (walaupun cuman sekedar menyimak aza sob).
Dari hasil Pemilukada Gubernur DKI Jakarta ini, dapat diambil kesimpulan buat dibagikan kepada para elit politik yang bernaung dibawah berbagai macam bendera partai, yaitu sebagai berikut :

  1. Bahwa mesin politik tidak akan pernah berfungsi baik tanpa adanya rakyat. Inilah pelajaran berharga yang patut dicermati oleh para penguasa negeri ini agar jangan coba-coba membohongi, membodohi rakyat dengan janji-janji yang tidak dipertanggungjawabkan. 
  2. Pencitraan. Rakyat saat ini tidak perlu tahu dari Perahu Politik mana si calon, tetapi melihat dari sisi citra si Calon itu sendiri. Inilah yang paling menentukan. Sehingga pelajaran yang perlu dipetik oleh partai politik adalah ciptakan citra yang baik di mata rakyat. kemampuan, kualitas dan pro rakyat, itulah yang perlu ditonjolkan oleh segenap kader-kader suatu Partai Politik.
  3. Rakyat Indonesia tidak lagi buta dan bodoh. Rakyat Indonesia tidak lagi mau suaranya dibeli hanya dengan uang seribu, sepuluh atau bahkan seratus ribu lagi. Rakyat ingin memberikan suaranya kepada yang mampu meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan untuk selama-lamanya.
  4. Jangan harap dengan menggunakan tameng Agama, Suku, Warna Kulit, Bentuk Wajah, anda bisa menarik simpati rakyat, karena negara ini adalah negara yang menjunjung tinggi pluralisme. Rakyat hanya akan memandang kepada mereka yang mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat dan negaranya tanpa membedakan unsur-unsur lain.

dan terakhir, Pligub DKI Jakarta kemarin adalah merupakan Barometer dan pembelajaran bagi daerah-daerah lainnya di Indonesia (termasuk Kalimantan khususnya di bagian Tengah), bahwa jangan lagi mementingkan kepentingan kelompoknya saja serta menghianati suara rakyat yang sudah diberikan secara ikhlas jika ingin tetap bertahan dan berkuasa. Jadilah pemimpin yang selalu mengutamakan kepentingan rakyat. Karena kepercayaan rakyatlah yang membuat anda menjadi memimpin negeri ini.

Sepakat dengan tulisan gue yang serba pas-pasan ini?

Popular Posts