Naik Pesawat

Salam sejahtera deh... buat blogger seantero Indonesia
Selamat pagi, siang, sore, dan malam buat yang berkunjung ke blog gue ini sesuai waktu Online elo semua

Tiga hari tiga malam gak nge-blog karena ada kegiatan yang mesti gue lakukan di luar bilik kompi butut ini ternyata bikin kangen banget ama sobat and sobit blogger semua.
Pertama-tama, gue mohon maaf yang sebesar-besarnya gak bisa berkunjung atau pun berkomentar di blog kawan-kawan semua beberapa hari yang telah lewat, karena ada tugas dan tanggung jawab penting demi kelangsungan hidup dan kehidupan gue di dunia ini yang mesti dilakukan. Mudah-mudahan kata maaf gue diterima hehehee...


Oke mulai hari ini gue kembali online di dunia per-blogger-an lagi, menyapa dan saling bersilaturahmi. Kali ini untuk membuka lembaran baru di blog sederhana ini, gue mulai dengan sebuah cerita yang tetap di dominasi label : CUAP-CUAP.

Alkisah, ada seorang ibu yang saban kali ingin melakukan perjalanan menggunakan transportasi darat selalu ingin duduk di depan. alasannya simple banget, kalo duduk paling depan maka dapat dengan leluasa melihat pemandangan daerah yang dilaluinya.

Singkat kata, ibu ini ingin berangkat menuju kota Jakarata menggunakan pesawat udara. Nah, waktu dipersilahkan memasuki pesawat, si Ibu berdiri nyelonong aza masuk dan langsung memilih kursi pesawat paling depan. Ketika para penumpang lain masuk, ada seorang cewek yang memiliki tiket dengan nomer kursi yang ditempati is ibu tersebut. Melihat kursinya telah di duduki si Ibu, ia pun berkata :

Cewek : "Bu, maaf! Ibu salah tempat duduk bu. disini kursi saya"

Ibu : " Sorry dik ya, saya udah duluan dapet tempat duduk disini. makanya kalo berangkat jangan telat kalo bersolek"

Cewek : "Ibu kan punya tiket bu, di tiket ibu pasti ada nomer kursi ibu. ini nomer tiket saya bu (sambil menunjukkan tiket pesawatnya). Ibu duduk di kursi saya. coba deh ibu liat tiket ibu sendiri"

Ibu : (sambil melihat nomer tiketnya) "Nomer 91"
Cewek : "Nah, kalo nomer ibu itu, berarti dibagian belakang sana bu"

Ibu : "ah, mo Nomer 2 , ato nomer 200 kek, yang penting gue udah duduk duluan di kursi ini. silahkan aza mbak yang duduk di nomer 91 sono"

Melihat ke ngotot'an si Ibu, Cewek itupun memanggil pramugari untuk membujuk si Ibu, tetapi sudah semua pramugari tak berhasil. bahkan akhirnya co pilot pun dan pilot turun tangan, tetapi hasilnya NIHIL Sobat..! si Ibu ternyata tetap ngotot. 

Take off pun tak berjalan sesuai waktu. hal ini membuat para penumpang pun bingung. Kemudian salah satu penumpang lain bertanya kepada pramugari yang lewat di depannya.

Penumpang : "Mbak, kenapa pesawat ini belum berangkat ya?"
Pramugari : "Ada sedikit masalah tuan. seorang ibu ngotot gak mau pindah dari kursi yang seharusnya bukan nomer kursinya"
Penumpang : "Oh,...jadi itu masalahnya."
Pramugari : "Iya Tuan".

Kemudian penumpang itupun berdiri dan menuju ke kursi paling depan. rupanya setelah mendengar penjelasan pramugari tadi, penumpang itu ingin ikut ambil bagian menyelesaikan permasalahan. lalu;

Penumpang : "Selamat pagi Ibu"
Ibu : Selamat pagi"
Penumpang : "Ada masalah ya bu?"
Ibu : "Iya mas, mereka semua ngotot banget pengen meminta saya untuk pindah tempat kursi. padahal saya paling duluan masuk dan duduk di kursi ini. Biasanya di bus ato transportasi lain, gue gak pernah di protes seperti ini, makanya gue ngotot mas".
Penumpang : "Oh, begitu ya bu. Boleh nanya bu, ibu mau kemana?"

Ibu : "Saya mo ke Jakarta mas. menengok Cucu saya".
Penumpang : "Ooo..., pantas aza bu semua pada ngotot pengen meminta ibu duduk di kursi nomer 91 bu, karna di pesawat ini untuk kursi Nomer 01 sampai dengan 70 itu tujuannya ke Surabaya bu, sedangkan kursi nomer 71 sampai nomer 99 atau tempat duduk saya yang nomer 99 itu tujuannya ke Jakarta bu. jadi tujuan ibu sama dengan tujuan saya".

Ibu : "Ohh, jadi di depan ini tujuannya ke Surabaya ya. waduhh! kalo gitu saya pindah aza ke belakang".

Demikianlah kisah tentang Naik pesawat buat elo semua!

Popular posts from this blog

Mengapa Partai Politik yang ada di Indonesia begitu banyak?

Alergi Air Hujan

Cerita di Tahun 80 an