Cerita Yang Hampir Rampung

Di tinggal sendiri, karena ortu dan keluarga ada acara di daerah lain, bikin gue bete. browsing di internet, buka blog, baca and ngasih komen di blog temen, tapi gue tetap aza bete,...!! plek, komputer gue mati'in. acara nge-blog gue tutup. tetapi ketika beranjak dari tempat duduk, gue terkejut karna kantong celana kiri gue bergetar...! eh ternyata hp gue bunyi. Ada SMS masuk!  terus gue baca isi sms tersebut
 " hai pen, hanyu naan hang lewu kah malem die? aq wau hawi na. die aku hamen ganta hanyulah. aq kasungu!. (Ria)" 
Gue translate dulu ya sms nya : "Hai Pen, kamu ntar malam ada dirumah ya? aq barusan datang nih. ntar malam gue bertamu ketempat elo ya, gue kangen ama kamu". Nah, itu dia artinya.

Ria, adalah mantan pacar gue enam tahun silam. Kami pisah tanpa ada kalimat atau kata-kata putus, tapi pisah begitu aza. Soalnya keluarga Ria pindah ke kota. yang tinggal di kampung hanya kakek dan neneknya!.

Singkat kata, malam pun tiba. gue duduk santai di beranda rumah sembari menikmati secangkir kopi sambil menunggu Ria yang pengen datang. Cukup lama menunggu, ternyata yang di tunggu justru gak nongol-nongol. gue liat'in ke awan, sepertinya gak ada bintang dan angin berhembus agak kencang. Rupanya akan turun hujan. kalo harinya seperti ini, Ria pasti gak bakalan datang. begitu gumam gue. Yah, terus gue masuk ke dalam rumah. Barusan mo nutup pintu, ternyata dari pinggir jalan tengah berjalan seorang gadis manis dengan postur tubuh langsing dan tingginya hampir sama kayak gue. Rambutnya terurai dan wow, ... cantik banget!! itulah Ria yang ternyata datang juga kerumah gue.

Maaf ya kalo udah lama nunggu. aq pengen terlihat cantik loh waktu ketemu kamu; begitu Ria berkata ama gue!. Aduuhh, bikin api yang telah padam itu membara kembali. padahal sekarang gue udah sama si Ita. tapi, ...aduh gimana ya! pokoknya sulit mengungkapkannya!

Singkat kata, kami berdua pun asyik ngobrol dan berbagi cerita satu sama lainnya. hingga suatu ketika ;
"Pen, aq tau kami pasti udah bukan milik qu seperti dulu lagi,...tapi aq pengen kamu jujur, apakah perasaanmu masih sama seperti enam tahun silam?".. Ria bertanya!! Daarrr... durrr...dag...dug, jantung gue serasa mo meledak mendengar pertanyaan Ria. gue pun diam dan bingung mo bilang apa! tapi gue mesti jujur.....!! akhirnya bibir gue yang terasa kering pun berucap "Masih, dan tak pernah pudar". itulah kalimat yang keluar dari mulut gue. 
Mendengar kata-kata itu tiba-tiba Ria mendekap erat tubuhku serta mencium pipi ku sambil berkata "Aku juga Pen!. dan aq juga mohon ijin darimu, aku ingin tidur disini malam ini...bolehkan Pen?".............. aku terkejut bukan kepalang, bingung, heran, senang,... semuanya bak es campur mendengar permohonan Ria. Tetapi kembali mulut ini berbicara lain "Iya sayang!".  itulah yang tiba2 keluar tanpa melalui kompromi otak gue. 
Kemudin, Ria merebahkan tubuhnya diatas kursi tamu seraya menarik kedua tanganku untuk mendekap tubuhnya. dan ia mulai menutup kedua matanya dan berkata kecil di keningku "cium aq sayang..." Aku pun mulai melakukan apapun permintaan Ria, sampai "Kak Penho, bangun.... Ibu minta antar kepasar...!"
gue terkejut setengah mati mendengar suara nyaring adik gue yang nomer dua!..Iya tunggu sebentar"!! sambil gue bangun dan merapikan tempat tidur sambil berbicara sendiri !. huh, sialan...ganggu aza, padahal mimpi nya hampir rampung ............"!

Popular Posts