Langsung ke konten utama

Untuk Para Guru

Hallo blogger.......
Apa kabar elo semua pagi ini? moga tetap sehat wal'afiat, diberikan rezeki yang cukup dan berbahagia selalu. itu harapan gue!

"Untuk Para Guru". 

Itulah judul tulisan gue kali ini.
Judulnya keren ato gak ya?
ahhh,... dari pada sibuk mendiskusikan keren ato gak judul ini mending kita langsung aza ke pokok permasalahan!, btw, awalnya gue dapet inspirasi untuk judul ini setelah membaca salah satu artikel temen blogger yang menceritakan pertemuannya dengan guru sewaktu ia masih sekolah di taman kanak-kanak. Niar-Ningrum, itulah sahabat blogger yang menginspirasi gue membuat judul ini.

lanjut......with to the point (biar gak capek nulis gitu loh)
Kepada para guru (kali aza ada blogger yang statusnya adalah seorang tenaga pengajar ato guru), gue pengen mengingatkan agar jangan terlalu men-judge para siswanya. wah,... berani amat gue ngomong kayak gitu ya..!
tapi ada alasan lho kalo gue ngomong kayak gitu.

Alasannya sih simple banget :

Salah satu siswa mungkin sangat luar biasa dalam mata pelajaran A, tetapi belum tentu luar biasa dalam mata pelajaran B, sementara siswa yang satunya justru sebaliknya. 
kadang salah satu siswa begitu di agung-agungkan oleh guru mata pelajaran A dan men-Judge siswa lainnya karna tidak mampu menyerap pelajaran yang ia berikan. Tetapi guru  mata pelajaran A tidak mengetahui kalau siswa yang di agungkannya itu bisa saja hancur di mata pelajaran B, sementara siswa lainnya yang di judge malah sangat luar biasa di mata pelajaran B . itulah inti alasannya.

Karenanya bimbingan dengan penuh kesabaran dalam mendidik siswa dibidang mata pelajaran A yang sudah menjadi basic-nya itu multak diperlukan oleh seorang guru. dan perlu juga diingat bahwa tugas seorang siswa bukan hanya menyerap pelajaran A saja, tetapi semua pelajaran dari para guru disetiap bidangnya. Jadi merupakan hal yang wajar jika ada siswa yang terbatas dalam menyerap salah satu pelajaran yang diberikan. Karenanya selain memberikan pengajaran pada mata pelajarannya, guru juga dituntut untuk mampu memberikan motivasi kepada anak didiknya.

Maaf, tulisan ini agak bertolak belakang dengan tema blog yang sebenarnya penuh dengan Guyonan. hehehhe...

Postingan populer dari blog ini

Calon Isteri dari Suku Dayak Maanyan? Baca Sekilas Tentang Pemenuhan Hukum Adat Dayak Maanyan

Dalam prosesi pernikahan menurut adat suku dayak maanyan selalu dilalui dengan acara pemenuhan hukum adat. Ketentuan ini telah diatur berdasarkan adat istiadat yang berlaku dalam suku dayak secara khusus suku dayak maanyan. Akan tetapi jangan dipersepsikan bahwa hukum adat tersebut merupakan pernikahan atau perkawinan secara adat. 

Mengapa Partai Politik yang ada di Indonesia begitu banyak?

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Pernahkah anda diberi buku kecil seperti notes yang bertuliskan AD/ART Partai Politik "Anu". Jika ya, sekarang cobalah anda anda bertemu dengan seorang pengurus Partai Politik lainnya dan mintalah AD/ART Partai Politik lainnya tersebut. Jika sudah, kemudian silahkan anda baca dan bandingkan Kedua Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tersebut. Jika anda selesai membacanya, maka silahkan anda bandingkan prosentase persamaan kedua AD/ART tersebut. Jika anda mendapatkan prosentase persamaan diatas lima puluh persen, maka sebenarnya kedua AD/ART tersebut memiliki tujuan yang sama.

Cerita di Tahun 80 an

Sebelumnya. author perlu menegaskan bahwa nama / tokohm dan cerita dalam tulisan ini adalah fiktif semata. Mohon maaf bila nama yang ada mungkin sama dengan nama anda!.(Just For Fun) Tulisan ini juga cukup panjang, jadi baca ceritanya dengan baik sampai selesai agar dapat dimengerti, Okey

Kisah berikut ini terjadi pada tahun 1980 an