Sehabis Nonton Orkes

Di kampung tetangga malam itu ada acara hiburan rakyat berupa penampilan Orkes Dangdut. Nah, loe semua pada tahu kan gimana meriahnya kalau ada acara gituan di kampung. Mulai dari anak-anak, remaja, bahkan sampai kakek-nenek juga turun gunung nonton hiburan!

Saya dan Bian (kawan gue dikampung), berangkat naik motor Honda milik bapaknya Bian. Sebelum GO.....Sreet..sreet, kiri-kanan, atas-bawah, semburan parfum menghiasi seluruh pakaian. rambut ditata rapi, sepatu di lap pake handuk basah dan Let's go..saatnya beraksi! Kami pun berangkat!

Alunan musik dangdut dan gerakan ala goyang ngebor mbak Inul di peragakan oleh artis lokal yang tampil menghibur warga kampung tetangga bahkan kami yang datang dari luar kampung. Keasyikan akan hiburan tersebut membuat kami lupa diri akan pesan ortu si Bian "Ingat, jangan pulang larut malam ya" pesan ortunya sebelum kami berangkat

"Pen, kita pulang yuk! Udah malam banget nih, hampir pukul 01.00 subuh" ujar Bian mengingatkan gue
"Aduh, tanggung Bi, asyik banget nih" ujar gue
"Tapi bapak bisa marah Pen. ntar, kita gak bisa lagi pinjem motor bapak" kata Bian
"Iya juga sih. oke deh, acara seperti ini gak mungkin cuman sekali ini. ayo kita pulang" kata Ku setuju!.

Kami pun pergi menuju kerumah!.
Antara kampung tetangga ke kampung kami terdapat lokasi pekuburan yang tak jauh dari pinggiran jalan kampung. Ketika memasuki daerah pekuburan, Saya pun berbisik kepada Bian yang jadi joki.
"Eh, kurang'in laju motornya, kita harus permisi kalau lewat sini" ujar gue.
"Iya deh, ini gue udah kurangin nge-gas nya" ujar Bian

Baru saja Bian selesai ngomong tiba-tiba :

"Eits.... Pen, gue tadi liat lewat kaca spion ada bayangan putih dibelakang kita" ujar Bian
"Hah,... dimana?" ujar gue sambil menoleh ke belakang
"It...it.....ituuuu Pen" ujar Bian sambil menunjuk kaca spion

Benar juga, ternyata pas waktu diliat lewat kaca spion, memang terlihat sosok badan yang tinggi dengan ditutupi kain berwarna putih dan rambut panjang serta terlihat acak-acakan.
"Tancap Bi,..... hantuuuu" ujar gue sambil memeluk erat pinggang Bian takut terjatuh

Tanpa fikir panjang atau takut terjatuh dari motor, Bian pun tanpa gas. Namun bayangan itu tetap terlihat lewat kaca spion motor kami. 
"waduhhh, .... gas terus Bi, dia masih di belakang kita nih" ujar Gue, sambil takut bukan kepalang
"Nge-gas gimana, ini udah habis nge-gasnya" ujar Bian menjelaskan

Yang ada di fikiran kami saat itu adalah bagaimana lepas dari kejaran bayangan putih berambut panjang dan acak-acakan itu. Ketika memasuki daerah tanjakan, tiba-tiba gue yang duduk dibelakang merasakan hawa sangat dingin dibagian leher!. Aku pun berteriak 
"Ya Tuhan...... Bi, tancap Bi, leher gue Bi, leher gue terasa dingin banget Bi" ujar gue sambil setengah menangis.
"Aduh gimana nih! ujar Bian pun sedih. Namun kemudian "awas...pegang kuat-kuat Pen, kita turun tanjakan" ujar Bian tiba memberitahukan.

Aneh,....Ketika turun tanjakan itu, gue ngerasa hawa dingin itu lambat laun menghilang. dan ketika gue liat di kaca spion, bayangan itu mulai jauh, tidak sedekat seperti pertama kalinya.....!! Dan lambat laun sebelum bayangan itu menghilang, sayup-sayup terdengar suara "Aku tak sanggup, Sungguh......HONDA memang Andalan.....". seketika itu bayangan itu sirna seperti ditelan gelapnya malam itu.

Popular Posts