Persidangan

Hari itu ada sebuah kejadian yang menggemparkan seluruh warga desa. Kurang lebih lima belas orang anggota Polsek memblokade rumah Pak Igo, seorang warga desa yang bekerja sebagai pengelola kebun milik Pak Kades. Heran bercampur bingung, warga masyarakat berbondong-bondong ingin melihat ada apa sebenarnya yang terjadi. Ternyata Pak Igo ditangkap polisi dengan alasan telah menerima pengaduan dari salah seorang warga desa lain yang anaknya telah di perkosa oleh pak Igo.


Hari ini tepat satu bulan setelah kejadian tersebut, pihak pengadilan negeri memanggil kembali pak Igo ke ruang persidangan guna menerima vonis hakim.Berikut .dialog dalam ruang persidangan :

Hakim : Sebutkan nama lengkap, umur,  dan pekerjaaan anda ?
Pak Igo : Nama lengkap Igojono, umur 53 tahun, pekerjaan tukang kebun
Hakim : Coba anda ceritakan kronologis kejadian yang anda lakukan?
Pak Igo : Sebenarnya sebelum melakukan perbuatan ini saya sudah mengirimkan surat dan SMS untuk mendapatkan cintanya, tetapi tidak ada balasan apapun dari korban
Hakim : terus...?
Pak Igo : Kemudian timbul niat saya untuk memperkosa, lalu waktu korban lewat areal kebun, saya memergoki korban dan langsung mendekapnya. kejadian itupun terjadi.
Hakim : Selain korban, pada waktu kejadian apakah ada orang lain di sekitar areal kebun tersebut?
Pak Igo : tidak ada selain saya dan korban
Hakim : bagaimana perasaan saudara ketika selesai melakukan hal yang tak senonoh tersebut?
Pak Igo : Tolong di ulang lagi pertanyaannya yang mulia?
Hakim : bagaimana perasaan saudara ketika selesai melakukan hal yang tak senonoh tersebut?
Pak Igo : terimakasih yang mulia. Perasaan saya ketika selesai melakukan hal tersebut sungguh tak dapat dibayangkan dengan kata-kata yang mulia
Hakim : Maksud saudara ?
Pak Igo : maksud saya tak ada lagi kata-kata yang dapat di ungkapkan selain satu kata saja yang mulia
Hakim : apa itu ?
Pak Igo : SEDAAAAPPPP........ hanya itu yang dapat saya katakan yang mulia!

Selesai berkata demikian, ruang persidangan pun hiruk pikuk! sementara dalam benak Pak Hakim berkata Jujur banget nih orang! 

Catatan :
cerita ini hanyalah fiksi belaka kawan

Popular posts from this blog

Alergi Air Hujan

Mengapa Partai Politik yang ada di Indonesia begitu banyak?

Kamus Dayak Ma'anyan