Perlukan Kurikulum Baru Ini?

Hallo blogger...!
Hari ini di kampung saya cuaca sangat cerah. Sinar mentari begitu menyengat, sementara sebagian penduduk kampung sudah pada masuk ke kebunnya masing-masing buat nyadap karet. Sementara saya juga masuk, tapi bukan ke kebun, melainkan masuk ke dunia maya hehehehe....!

To the point aza (dari pada repot-repot nulis bikin pengantarnya mending langsung aza ke tema hari ini)
Loe semua pasti udah tau kan kalau dalam pelajaran matematika, satu tambah satu hasilnya pasti dua. Nah, sementara dalam dunia politik, satu tambah satu belum tentu hasilnya dua, bisa aza sebelas ato nol ato seratus. Pokoknya dalam politik semuanya pasti beda atau bisa dibuat menjadi beda atau bahkan sama.

Kata orang, kalo anda pengen kaya raya, anda jangan jadi pegawai negeri atau pengusaha, melainkan jadilah seorang politikus. Anda tahu mengapa  demikian? jawabnya simple banget kawan, semua itu karena dunia politik adalah "dunia dimana anda bisa membenarkan yang salah dan bisa menyalahkan yang benar".


Dalam pelajaran di sekolah saat ini ada yang namanya pelajaran Muatan Lokal atau di singkat Mulok. Yang namanya pelajaran itu harus pasti (salah tetap salah benar tetap benar). Mengingat dunia politik adalah dunia dimana anda bisa membenarkan yang salah dan bisa menyalahkan yang benar, maka timbullah pertanyaan kepada kita semua apakah perlu kurikulum baru dengan judul pelajaran membenarkan yang salah dan bisa menyalahkan yang benar di masukkan dalam Muatan Lokal ?.......

Komentar

Una mengatakan…
Hahaha latian korupsi gitu po :P
cerita anak kost mengatakan…
wah kritikan yang pedas. bener ngena nie, perlu di tambahin ma postingan ane. ok, di tunggu sob.
deby putra bahrodin mengatakan…
bung peno ini bisa saja,tetapi benar juga nih bang banyak kenegatifan yang di timbulkan oleh politik ... yang sangat miris sekrang ini adalah mahasiswa di jadikan bebek politik oleh orang-orang yang bercorak bang ....mungkin nanti kalo kita berkoloni akan jadi partai blogger indonesia bang.. hahahhahahaha #ngakak guling2
Anonim mengatakan…
Sebenarnya menurut asalnya politik adalah ilmu untuk mengelola negara. Politik berasal dari kata polis = negara dan ethos = ilmu. Jadi sebenarnya politik adalah ilmu bernegara/mengelola negara. Namun seperti layaknya ilmu-ilmu yang lain, politik juga bisa digunakan untuk ambisi pribadi yang negatif. Seperti salah satunya seperti yang Bung Penho sebutkan dalam artikel ini. Semua bergantung kepada MORAL, ETIKA dan ESTETIKA dari politikus tersebut. Jadi, yang kita butuhkan bukan pendidikan politik, tapi pendidikan moral dan sopan santun. *mengingat anak muda sekarang moral dan sopan santunnya udah ilang*
Kompetisi Blog Mama Cake mengatakan…
Ikutan Kompetisi Blog Mama Cake yok. Ada 2 hadiah utama Galaxy Tab dan hadiah hiburan lainnya :)
Majalah Masjid Kita mengatakan…
lah wong.. saya mengusulkan supaya yg namanya kurikulum itu di hapus sekalian ko' mas :(
Aldio Blog mengatakan…
apa2 sekarang dibikin politik sob, udh gerah ane hhe
Anonim mengatakan…
huahahaha,,, bener sob perlu itu agar negeri ini makin amburadul oleh politikus busuk !!!

wilujeng ngeblog
Coretanku mengatakan…
huehehehe... kreatif bung, bukan dunia politik aja, dunia hukun juga bung :D
Yuyud mengatakan…
Ntar siswanya diajari "membenarkan perilaku menyontek" ya? [gue paling setuju]
stupid monkey mengatakan…
wew, dunia politik penuh dengan intrik memang ya :D
peduli alamku mengatakan…
politik sudah jadi lalapan bagi para penguasa gan.
Anak Rantau mengatakan…
Mau kaya? jadi politikus dong hahahha...
Kata2 mutiara baru neh sob :D
insan mengatakan…
politikus . aku mah milih jadi rakyat aja .. jadi tikus tkut dikejar2 kucingus..hehhe
halak mengatakan…
aku ingin jadi orang biasa saja...
Noe mengatakan…
gak perlu latian lagi, langsung praktek hihihiii...!
Noe mengatakan…
mari kita berkolaborasi gkgkgkk!
Noe mengatakan…
wah, mantap tuh! Partai Blogger Indonesia hahahahha! tinggal musyawarah bikin AD/ART aza nih!
Noe mengatakan…
hehehehee... serius banget nih komentnya!
Noe mengatakan…
wew! ada iklan nih!
Noe mengatakan…
kalo di hapus, departemennya gak kebagian APBN dunk! hihihiii..
Noe mengatakan…
kalo gitu dibikin kue aza biar gak gerah lagi hehehheee...!
Noe mengatakan…
tujuan pelajaran ini justru agar orang bisa ngebeda'in antara benar dan baik, dengan gak bener dan gak baik! hihihiii..!
Noe mengatakan…
boleh, cuman literaturnya loe yang bikin gkgkgkgkk!
Noe mengatakan…
gkgkgkkgkgk... !
Noe mengatakan…
namanya juga politik MON!
Noe mengatakan…
makanya partai di indonesia banyak banget! padahal kalo diliat dari AD/ART-nya sama semua!
Noe mengatakan…
coba aza kalo gak percaya hihihiii...!
Noe mengatakan…
justru itu, rakyat jadi tikusnya, politikus jadi kucingnya hihihii
Noe mengatakan…
disini semua emang orang biasa saja hihihii
Athifah Dahsyamar mengatakan…
jangan dong, makin hancur nanti bangsa ini :D
Noe mengatakan…
hehehhe...!
Anonim mengatakan…
Lagi sensi bung...
Ane hidup di kota, dimana sudah sedikit yang punya moral, perilaku sopan dan kesantunan. Udah gitu hutan pada ditebangin lagi. Jadi ane bingung mau ngomong sama siapa. :D

Kalo situ enak, deket sama hutan... :D
Fitrah Alimuddin mengatakan…
Setuju ^^
airport pickup w2 mengatakan…
I like this article very much because it is technical and very much useful for me to gather more knowledge. Good to read...
gambr batik mengatakan…
baguss,,,,
baju batik mengatakan…
saya setuju untuk itu mas

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ma'anyan

Mengapa Partai Politik yang ada di Indonesia begitu banyak?