Setelah Tujuh Hari Berlalu

Di sebuah rumah mewah, terbaring lemah tak berdaya seorang kakek tua berusia tujuh puluh tahun dengan bagian hidung terdapat selang dan dibagian ujung selang kecil berwarna putih tersambung pada sebuah tabung berwarna putih disamping tempat tidurnya.
Oksigen (N2O), ya kakek tua itu sedang mengalami sakit.
Disamping kanan tempat tidur yang cukup luas tersebut, tersusun beberapa kursi yang terbuat dari kayu jati. Di beberapa kursi tersebut duduk tiga orang pria dan dua orang wanita yang tak lain adalah anak-anak kakek itu. Seorang perempuan berbaju putih juga terlihat sibuk memberikan perawatan terhadap kakek tersebut.

Tak beberapa lama, kakek itu mengangkat sedikit tangannya seperti memberi kode kepada salah seorang anaknya untuk mendekat kesamping tempat tidurnya. lalu berdirilah salah seorang yang duduk diatas kursi dan mendekatkan telinganya ke mulut kakek itu. ya, kakek itu berbisik lemah dan berkata "Panggilkan pak Ustad kemari, aku ingin beliau mendoakan aku".

Memenuhi permintaannya, tak lama kemudian datanglah Pak Ustad dan berdiri disamping kiri kakek tua itu dan salah satu dari anak kakek itu berkata "Papi, ini pak Ustad sudah datang".  Lalu mata kakek sedikit terbuka dan kakek meminta Pak Ustad mendekatkan telinganya ke mulut kakek, karena kakek itu ingin berbisik.. Akan tetapi belum sempat pak Ustad menunduk tiba-tiba si kakek sesak nafas, tak bisa berbicara dan melalui isyarat tangannya ia meminta untuk diambilkan kertas dan pulpen. Setelah kertas dan pulpen itu dipegangnya, kemudian tangannya menulis dan menyerahkan kertas itu ketangannya Pak Ustad. 
Pak ustad menerima kertas itu dan langsung memasukan ke saku bajunya. tak lama setelah itu kakek itupun menghembuskan nafas terakhirnya kembali kepada sang khalik.

Hari ini, tujuh hari sesudah kematian kakek, dilaksanakan acara Tahlilan dan acara tersebut dipimpin langsung oleh pak Ustad. Sebelum acara doa dilakukan, pak Ustad berkata "Hari ini adalah hari ketujuh setelah kematian. Saya belum membuka dan membaca secarik kertas yang diberikan oleh Almarhum. dan pada malam ini, disaksikan oleh seluruh yang hadir dan keluarga saya akan membuka dan membacanya. saya yakin ini adalah wasiat dari mendiang tentang harta miliknya."
Kemudian pak Ustad membuka kertas itu. tetapi setelah beberapa saat membuka dan belum sempat memberitahukan kepada warga yang hadir tersebut, tiba-tiba pak Ustad jatuh pingsan dan tak sadarkan diri.

Semua yang hadir sontak terkejut dan bingung, lalu sebagian membantu pak Ustad dan salah satu kerabat Almarhum mengambil kertas itu dan membacanya.....astagfirullahaladzim!!



ISI SURAT :

"MAAF PAK USTAD, JANGAN TERLALU MENUNDUK. SELANG OKSIGEN INI TERJEPIT BADAN BAPAK..SAYA TAK BISA BERNAFAS!"

Popular posts from this blog

Mengapa Partai Politik yang ada di Indonesia begitu banyak?

Alergi Air Hujan

Cerita di Tahun 80 an