Langsung ke konten utama

Perasaan Malu

Semua orang pasti tahu ketika akan melangsungkan sebuah acara pernikahan, orang tua dari anak yang ingin dinikahkan pasti akan memanggil seluruh jajaran keluarganya untuk bermufakat tentang acara pernikahan tersebut. Terkadang, agar prosesi acara tersebut sukses, dibentuk sebuah panitia kecil dengan mengambil sanak saudara dari kedua orang tua menjadi pelaku dalam kepanitiaan.


Namun bagi pak Amir yang akan melangsungkan menikahkan anaknya, memanggil seluruh sanak saudara dan famili justru membuatnya merasa malu. Namun apa boleh buat, karena sangatlah tidak etis rasanya apabila melaksanakan kegiatan tanpa adanya dukungan dari keluarga. Oleh karenanya, rasa malu Pak Amir, ia kesampingkan dulu demi si buah hati.

Akan tetapi, rasa malu yang dipendam itu akhirnya tak dapat serta merta pak Amir simpan dalam hati. Melalui sebuah pertemuan dengan keluarganya, beliau pun mengungkapkan rasa malu itu.
Inilah ungkapan pak Amir kepada keluarganya :

"Om, Tante, Saudara-saudara ku dan para keponakan yang boleh hadir pada saat ini, Sebenarnya aku sungguh merasa malu memanggil  Om, Tante, Saudara dan para keponakan untuk hadir disini, membantu aku dan isteriku tentang rencana acara pernikahan anakku ini, Aku malu karena ketika ada kegiatan seperti ini, barulah aku meminta bantuan kalian, padahal jujur saja dulu ketika akan melakukan hubungan intim saat ingin memperoleh anakku ini, aku dan isteri ku tak pernah sama sekali memberitahukan atau meminta bantuan kepada kalian semua, namun ketika dia ada dan ingin dinikahkan barulah aku meminta bantuan dan dukungan kalian.  Itulah alasan mengapa  aku sungguh merasa malu"

Postingan populer dari blog ini

Calon Isteri dari Suku Dayak Maanyan? Baca Sekilas Tentang Pemenuhan Hukum Adat Dayak Maanyan

Dalam prosesi pernikahan menurut adat suku dayak maanyan selalu dilalui dengan acara pemenuhan hukum adat. Ketentuan ini telah diatur berdasarkan adat istiadat yang berlaku dalam suku dayak secara khusus suku dayak maanyan. Akan tetapi jangan dipersepsikan bahwa hukum adat tersebut merupakan pernikahan atau perkawinan secara adat. 

Mengapa Partai Politik yang ada di Indonesia begitu banyak?

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Pernahkah anda diberi buku kecil seperti notes yang bertuliskan AD/ART Partai Politik "Anu". Jika ya, sekarang cobalah anda anda bertemu dengan seorang pengurus Partai Politik lainnya dan mintalah AD/ART Partai Politik lainnya tersebut. Jika sudah, kemudian silahkan anda baca dan bandingkan Kedua Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tersebut. Jika anda selesai membacanya, maka silahkan anda bandingkan prosentase persamaan kedua AD/ART tersebut. Jika anda mendapatkan prosentase persamaan diatas lima puluh persen, maka sebenarnya kedua AD/ART tersebut memiliki tujuan yang sama.

Cerita di Tahun 80 an

Sebelumnya. author perlu menegaskan bahwa nama / tokohm dan cerita dalam tulisan ini adalah fiktif semata. Mohon maaf bila nama yang ada mungkin sama dengan nama anda!.(Just For Fun) Tulisan ini juga cukup panjang, jadi baca ceritanya dengan baik sampai selesai agar dapat dimengerti, Okey

Kisah berikut ini terjadi pada tahun 1980 an