Langsung ke konten utama

Pelanggan Blo'on

Hallo blogger, apa kabar loe semua. mudah-mudahan elo and keluarga pada sehat wal'afiat, diberi rejeki yang banyak, ditambahkan umur yang panjang dan alway happy blogging.
Hari ini gue pengen kasih cerita singkat tentang pelanggan blo'on. Kenapa gue bilang blo'on?
Simak ceritanya setelah yang satu ini gkgkgkkgkgkgk... kayak iklan teve aza! (ngawuurrrrr......)


Oke, langsung aza ya! cerita dalam bentuk dialog dimulai :

TUKANG CUKUR vs PELANGGAN

Pelanggan : "Permisi pak, saya mo potong rambut".
Tukang Cukur : "Baik, Silahkan bapak duduk".

Kemudian aktivitas potong rambut dilakukan krek-krek-krek.........selesai

Tukang Cukur : "Selesai pak, bagaimana ?"
Pelanggaan : "Bagus sekali pak, sekarang saya keliatan seperti artis ibukota!"
Pelanggan : "Berapa pak biayanya ?"
Tukang Cukur : "Tujuh ribu pak!"
Pelanggan : "Ini pak". (pelanggan itu memberikan uang sepuluh ribu'an)
Tukang Cukur : "Aduh pak, ada duit pas gak? saya tidak punya kembaliannya"
Pelanggan : "Wah, gak ada duit pas nih pak, cuman itu aza".
Tukang Cukur : "aduh, gimana ya?"
Pelanggan : "Kalo di potong seperti ini berapa pak?" (sambil menunjuk ke sebuah gambar yang terpampang di dinding)
Tukang Cukur : "Kalo seperti itu, cuman tiga ribu pak"
Pelanggan : "Karena bapak gak punya kembaliannya, mending bapak potong seperti ini. jadi lunas semuanya".
Tukang Cukur : "Benar nih pak? okelah kalo begitu".

Alhasil, rambut pelanggan tersebut dibabat habis alias Gundul. Cerita Selesai!.


MINUM TEH DI GURUN PASIR

Seorang pelanggan (Pelancong) yang sedang merasa sangat kehausan dan cuman punya duit seribu rupiah, mendatangi sebuah warung di daerah gurun pasir tersebut.

Pelancong : "Permisi pak, mo liat daftar minumannya"
Pemilik Warung : "Ini pak, silahkan dipilih jenis minumannya"

Pelancong pun melihat-lihat daftar minuman tersebut!. teh panas Rp. 1.000,- . teh dingin (es teh maksudnya) Rp. 1.500,-

Pelancong : "Pak, saya pesan teh panas satu gelas"
Pemilik Warung : "Baik pak, tunggu sebentar" .....
Pemilik Warung : "Ini pak teh panasnya".
Pelancong : "Terimakasih"

Sruut..sruut...sruut, hanya beberapa kali teguk, teh panas itu habis masuk kedalam perut si Pelancong.

Pemilik Warung : "waduhh, cepat sekali minumnya pak. padahal teh yang saya suguhkan panas sekali lho".
Pelancong : "Sebenarnya sangat panas sekali emang. tapi saya takut pak, ntar kalo keburu dingin, harganya jadi 1.500,-. sementara duit saya hanya ada 1.000 rupiah. itulah alasannya pak"
Pemilik Warung : Haaaaahhhhh!" (bingung.com)

Cerita selesai. Keep Blogging! 

Postingan populer dari blog ini

Calon Isteri dari Suku Dayak Maanyan? Baca Sekilas Tentang Pemenuhan Hukum Adat Dayak Maanyan

Dalam prosesi pernikahan menurut adat suku dayak maanyan selalu dilalui dengan acara pemenuhan hukum adat. Ketentuan ini telah diatur berdasarkan adat istiadat yang berlaku dalam suku dayak secara khusus suku dayak maanyan. Akan tetapi jangan dipersepsikan bahwa hukum adat tersebut merupakan pernikahan atau perkawinan secara adat. 

Mengapa Partai Politik yang ada di Indonesia begitu banyak?

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Pernahkah anda diberi buku kecil seperti notes yang bertuliskan AD/ART Partai Politik "Anu". Jika ya, sekarang cobalah anda anda bertemu dengan seorang pengurus Partai Politik lainnya dan mintalah AD/ART Partai Politik lainnya tersebut. Jika sudah, kemudian silahkan anda baca dan bandingkan Kedua Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tersebut. Jika anda selesai membacanya, maka silahkan anda bandingkan prosentase persamaan kedua AD/ART tersebut. Jika anda mendapatkan prosentase persamaan diatas lima puluh persen, maka sebenarnya kedua AD/ART tersebut memiliki tujuan yang sama.

Cerita di Tahun 80 an

Sebelumnya. author perlu menegaskan bahwa nama / tokohm dan cerita dalam tulisan ini adalah fiktif semata. Mohon maaf bila nama yang ada mungkin sama dengan nama anda!.(Just For Fun) Tulisan ini juga cukup panjang, jadi baca ceritanya dengan baik sampai selesai agar dapat dimengerti, Okey

Kisah berikut ini terjadi pada tahun 1980 an