Langsung ke konten utama

Pertanyaan Yang Terpendam

Beberapa bulan yang lalu temen gue baru balik ke kampung setelah mengambil cuti tahunannya sebagai guru. Di masa cuti tersebut, waktunya ia habiskan dengan jalan-jalan keluar pulau borneo atau tepatnya ke Kota Jakarta. Singkat cerita, setelah pulang balik dari Jakarta ke kampung, hampir  setiap malam rumahnya di datangi penduduk (warga) kampung. Soalnya pengen denger cerita tentang Ibukota Jakarta (sekalian menikmati oleh-oleh bawaannya hehehhehe...)

Waktu itu sekitar jam 7 malam, gue berangkat menuju rumahnya karena penasaran pengen denger ceritanya secara langsung. Udah sampai dirumahnya, gue liat ada beberapa warga kampung juga tengah bertamu. Suasana pun meriah seperti sedang ada acara selamatan gitu.
Yang ditunggu-tunggu pun akhirnya keluar. gue di suguh'in segelas kopi manis (uuueeehhh, enaaakkknya!, nikmat).

Lanjut..... malam itu topik cerita ternyata bukan tentang kota Jakarta melainkan mengenai gimana rasanya naik pesawat gede, liat para pelayannya yang cantik-cantik (pramugari maksudnya). 

Cerita pun terus berlanjut dan semua yang hadir tak bosan-bosannya mendengarkan cerita kawanku tersebut (mana mungkin bosan sob, udah disuguh'in kopi ditambah kue-kue kering sih).
ketika cerita berakhir, ada beberapa tamu bertanya "gimana sih rasanya waktu pesawat ketabrak awan?" kemudian ada juga yang bertanya "Gimana kalo mo buang air besar dipesawat itu?" dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang intinya adalah keingintahuan.

Asyik mendengarkan cerita, membuat semuanya lupa waktu. Ketika semuanya udah dijawab, gue pun berniat untuk bertanya kepada temanku tersebut. alih-alih mo bertanya, ehh,... ternyata tamu-tamu yang lain justru mo permisi pulang kerumah dan bahkan teman gue juga kelihatannya lelah bercerita. Alhasil, pertanyaan yang sebenarnya pengen gue tanyakan akhirnya tidak sempat ditanyakan apalagi di jawab.

Setelah pulang kerumah, gue kemudian berfikir, apa perlu sih kalau besok menanyakan lagi kepada teman tentang pertanyaan yang ingin saya ajukan atau di pendam aza (soalnya pertanyaan ini rada aneh dan tidak masuk akal).

Berfikir dan terus berfikir akhirnya gue ketiduran...............

Pagi harinya ;gue akhirnya memutuskan untuk tidak jadi bertanya kepada kawan gue tersebut!. Pagi demi pagi gue lalu'in, mo kembali datang dan bertanya, tetapi gak sempat karena kesibukannya sebagai tenaga guru di kampung gue.

sampai pada satu kesimpulan untuk memposting pertanyaan di blog gue.
 
mugkin teman-teman semua udah banyak makan asam garam tentang pengalamannya naik pesawat. Pertanyaannya konyol sih...tapi bisa bikin bingung ngejawabnya lho :

"Apa sih sebenarnya fungsi pintu darurat sebuah pesawat terbang ketika pesawat 
sedang terbang atau berada di udara?"..............
 

Postingan populer dari blog ini

Calon Isteri dari Suku Dayak Maanyan? Baca Sekilas Tentang Pemenuhan Hukum Adat Dayak Maanyan

Dalam prosesi pernikahan menurut adat suku dayak maanyan selalu dilalui dengan acara pemenuhan hukum adat. Ketentuan ini telah diatur berdasarkan adat istiadat yang berlaku dalam suku dayak secara khusus suku dayak maanyan. Akan tetapi jangan dipersepsikan bahwa hukum adat tersebut merupakan pernikahan atau perkawinan secara adat. 

Mengapa Partai Politik yang ada di Indonesia begitu banyak?

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Pernahkah anda diberi buku kecil seperti notes yang bertuliskan AD/ART Partai Politik "Anu". Jika ya, sekarang cobalah anda anda bertemu dengan seorang pengurus Partai Politik lainnya dan mintalah AD/ART Partai Politik lainnya tersebut. Jika sudah, kemudian silahkan anda baca dan bandingkan Kedua Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tersebut. Jika anda selesai membacanya, maka silahkan anda bandingkan prosentase persamaan kedua AD/ART tersebut. Jika anda mendapatkan prosentase persamaan diatas lima puluh persen, maka sebenarnya kedua AD/ART tersebut memiliki tujuan yang sama.

Cerita di Tahun 80 an

Sebelumnya. author perlu menegaskan bahwa nama / tokohm dan cerita dalam tulisan ini adalah fiktif semata. Mohon maaf bila nama yang ada mungkin sama dengan nama anda!.(Just For Fun) Tulisan ini juga cukup panjang, jadi baca ceritanya dengan baik sampai selesai agar dapat dimengerti, Okey

Kisah berikut ini terjadi pada tahun 1980 an