Langsung ke konten utama

NGE-TEST SIAPA YANG BODOH

Hari Sabtu adalah waktu libur kerja bagi para Pegawai Negeri Sipil di daerahku, karena disini menggunakan waktu lima hari kerja. Pada waktu libur itu, berangkatlah seorang bapak menuju kebun miliknya. Jarak tempuh dari rumah menuju kebun 13 Km. Biasanya bapak ini menggunakan kendaraan roda dua (sepeda motor) menuju ke kebunnya.
Singkat kata sang bapak pun pergi. Sesampainya di kebun, bapak pun melakukan aktivitas berkebun seperti biasanya. Ketika waktu menunjukkan pukul 16.45 WIB, si bapak menyelesaikan aktivitas berkebunnya dan ingin kembali ke rumah.
Namun ketika hendak pulang,...ternyata mesin sepeda motor si bapak tidak mau hidup juga. Berbagai cara dilakukan tetapi motor tersebut tetap saja tidak mau hidup.
Si bapak pun mulai gelisah, karena hari mulai menjelang malam & tidak ada bengkel yang dekat dengan kebunnya.

Pada saat kebingungan tersebut, tiba2 ada beberapa orang anak muda sedang berjalan kaki melewati jalan setapak disekitar kebunnya. Karena melihat si bapak tidak dapat menghidupkan mesin motornya, beberapa anak muda ini pun menghampiri dan dan bertanya ; " Kenapa Pak? ada masalah apa? " 
Mendengar pertanyaan tersebut, bapak itu menjawab : Ini de, mesin motor saya tidak mau menyala. Padahal waktu berangkat tadi tidak ada masalah".
Mendengar keluhan bapak itu, para pemuda itupun berbicara satu sama lainnya sembari setengah berbisik. kemudian salah satu dari pemuda itu kembali berkata : "oh..begitu ya!. Begini pak, karena motor bapak ngadat sedangkan hari sudah mulai malam, bagaimana kalau kita barter saja pak?"
Mendengar perkataan tersebut, bapak itupun bingung & berkata : "Maksud ade?"
si pemuda kembali berkata :" Karena motor bapak gak mau hidup, gimana kalau kita barter saja pak, motor bapak barteran ama sendal jepit saya?".
Mendengar pertanyaan itu  wajah bapak itu memerah dan timbullah rasa marah yang amat sangat, sambil berkata : "Heh..Dasar pemuda bodoh... apa kalian tidak pernah sekolah ya!...siapapun tidak akan pernah mau motornya di barter dengan sendal jepit, apalagi saya!. Pergi sana, sebelum aku benar-benar marah!".
Melihat si bapak mulai benar-benar marah, kemudian pemuda itupun menjawab : "Aah..bapak, saya juga ngomong'in ini sambil berfikir, Siapa ta'u mungkin bapak yang bodoh mau barter motor bapak dengan sendal jepit saya".
kemudian para pemuda itupun berlari meninggalkan tempat tersebut.
Cukup dulu untuk cerita ini, selanjutnya cerita tentang bagaimana akhirnya sang bapak .....tunggu episode selanjutnya ya!

Postingan populer dari blog ini

Calon Isteri dari Suku Dayak Maanyan? Baca Sekilas Tentang Pemenuhan Hukum Adat Dayak Maanyan

Dalam prosesi pernikahan menurut adat suku dayak maanyan selalu dilalui dengan acara pemenuhan hukum adat. Ketentuan ini telah diatur berdasarkan adat istiadat yang berlaku dalam suku dayak secara khusus suku dayak maanyan. Akan tetapi jangan dipersepsikan bahwa hukum adat tersebut merupakan pernikahan atau perkawinan secara adat. 

Mengapa Partai Politik yang ada di Indonesia begitu banyak?

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Pernahkah anda diberi buku kecil seperti notes yang bertuliskan AD/ART Partai Politik "Anu". Jika ya, sekarang cobalah anda anda bertemu dengan seorang pengurus Partai Politik lainnya dan mintalah AD/ART Partai Politik lainnya tersebut. Jika sudah, kemudian silahkan anda baca dan bandingkan Kedua Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tersebut. Jika anda selesai membacanya, maka silahkan anda bandingkan prosentase persamaan kedua AD/ART tersebut. Jika anda mendapatkan prosentase persamaan diatas lima puluh persen, maka sebenarnya kedua AD/ART tersebut memiliki tujuan yang sama.

Cerita di Tahun 80 an

Sebelumnya. author perlu menegaskan bahwa nama / tokohm dan cerita dalam tulisan ini adalah fiktif semata. Mohon maaf bila nama yang ada mungkin sama dengan nama anda!.(Just For Fun) Tulisan ini juga cukup panjang, jadi baca ceritanya dengan baik sampai selesai agar dapat dimengerti, Okey

Kisah berikut ini terjadi pada tahun 1980 an