Langsung ke konten utama

Penderitaan Menuju Kebahagiaan

Foro From : kamilfiki.blogspot.com
Tak ada seorangpun dari para orang tua yang tidak merasa bangga apabila anaknya telah mampu menyelesaikan kuliahnya di perguruan tinggi. Apalagi bila orang tua tersebut hanya bekerja sebagai petani atau nelayan. Dengan gigih mereka bekerja untuk mendapatkan biaya keperluan hidupnya dan biaya kuliah anaknya. Jadi, ingatlah segala perjuangan dan do'a yang luar biasa dari orang tua kita.

Namun, apakah hanya dengan menerima sms atau telepon dari sang anak yang ingin agar kedua orang tuanya menghadiri acara wisuda-nya, lantas si orang tua sudah terlepas atau bebas dari beban penderitaan

? Cerita berikut ini akan menjawab segalanya.

"Ayah,.. Ibu, lusa saya akan mengikuti Yudisium dan satu hari sesudahnya saya akan di wisuda. Saya ingin ayah dan ibu hadir ya"; kata si Anak berbicara melalui telepon kepada kedua orang tuanya!.
"Nak, kami berdua ibu-mu merasa sangat bahagia dengan berita ini. Kami akan usahakan dapat menghadiri ya nak, masalahnya kamu tahu kan, harga tiket pesawat itu berapa!, sedangkan hidup kita hanya mengandalkan dari hasil bertani saja" ; ucap si Ayah dengan berkaca-kaca sambil menahan haru dan rasa bahagia. "Iya ayah, saya sangat memahami maksud ayah. akan tetapi, saya akan lebih bangga jika ayah dan ibu merasakan sukacita ini. Kesuksesan saya dalam menuntut ilmu semuanya tidak akan pernah berhasil tanpa bantuan ayah dan ibu. Dan ini merupakan hadiah yang saya persembahkan bagi ayah dan ibu" : lanjut si anak membalas pembicaraan orang tuanya.
"Akan kami usahakan ya nak!, jangan bersedih, ayah dan ibu akan mengusahakannya". ; kata sang ayah. "Terimakasih Ayah. udah ya, saya tutup teleponnya" ; kata si anak. "Iya.." kata sang ayah.
Pembicaraan pun selesai.

Keesokan paginya, si ayah berangkat ke tempat saudaranya untuk memohon bantuan dana untuk keberangkatan mereka menuju kota tempat anaknya kuliah. Ternyata saudara ayahnya pun dengan tulus meminjamkan dana sebagai tambahan pembelian tiket pesawat.

Singkat cerita, berangkatlah mereka menuju bandara. Di ruang tunggu, sang ibu merasa lapar dan mengatakan kepada suaminya "yah, ibu lapar!". kemudian dijawab suaminya "Sabar ya bu, saya juga lapar. tapi uang kita hanya tinggal untuk biaya taksi ketika sampai disana nanti". Kemudian dengan hati sedih isterinya menjawab "ya, ayah. tidak apa-apa".

Pada pukul 13.00 siang, berangkatlah mereka menuju kota tempat anaknya. 20 menit setelah pesawat lepas landas, didalam pesawat, para pramugari menghampiri dan menyapa para penumpangnya.
Kemudian salah satu pramugari mendekati tempat duduk suami-isteri tersebut dan berkata "pak, bapak ibu mau makan dan minum apa ?". kemudian dijawab sang suami "tidak mbak, kami sudah kenyang".
Mendengar hal tersebut pramugari menjawab "baiklah kalau begitu". kemudian si pramugari pun meneruskan kerjanya.

Satu setengah jam kemudian, tibalah mereka di bandara kota tempat anaknya. Setelah keluar dari pesawat menuju bandara, diruang tunggu mereka berdua disambut sang anak. mereka pun berpelukan gembira. Namun, setelah berpelukan, sang anak tiba-tiba terkejut melihat wajah ibunya yang pucat pasi. Si anak pun bertanya "Bu, ibu kenapa? wajah ibu pucat sekali. Ibu sakit ya ?". Karena sangat capek sekali, akhirnya si ayah yang berbicara kepada anaknya. "Nak, ibumu sewaktu dibandara di daerah kita tadi merasa haus dan lapar. sampai sekarang ibumu belum minum sama sekali". kemudian si anak pun bertanya " Ayah, didalam pesawat tadi mengapa tidak minum dan makan?". kata si Ayah " Nak, uang kami berdua ibumu hanya cukup untuk biaya taksi menuju kost mu saja. tidak ada lagi uang untuk membeli makanan di pesawat."
Mendengar ayahnya berbicara demikian, si anak pun tercengang dan berkata "Astagaaaa.....!!!, ayah-ibu, makanan yang ditawarkan di pesawat itu gratis, tidak dibeli lagi yah. harga tiket pesawat yang dibeli itu sudah termasuk dengan makanan dan minuman yang diberikan di dalam pesawat". mendengar penjelasan anaknya tersebut, si Ayah pun akhirnya jatuh pingsan.

Demikian kronologis cerita tentang penderitaan menuju kebahagiaan ini. semoga bermanfaat bagi anda yang lagi capek usai melakukan aktivitas kerjanya.

Postingan populer dari blog ini

Calon Isteri dari Suku Dayak Maanyan? Baca Sekilas Tentang Pemenuhan Hukum Adat Dayak Maanyan

Dalam prosesi pernikahan menurut adat suku dayak maanyan selalu dilalui dengan acara pemenuhan hukum adat. Ketentuan ini telah diatur berdasarkan adat istiadat yang berlaku dalam suku dayak secara khusus suku dayak maanyan. Akan tetapi jangan dipersepsikan bahwa hukum adat tersebut merupakan pernikahan atau perkawinan secara adat. 

Mengapa Partai Politik yang ada di Indonesia begitu banyak?

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Pernahkah anda diberi buku kecil seperti notes yang bertuliskan AD/ART Partai Politik "Anu". Jika ya, sekarang cobalah anda anda bertemu dengan seorang pengurus Partai Politik lainnya dan mintalah AD/ART Partai Politik lainnya tersebut. Jika sudah, kemudian silahkan anda baca dan bandingkan Kedua Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tersebut. Jika anda selesai membacanya, maka silahkan anda bandingkan prosentase persamaan kedua AD/ART tersebut. Jika anda mendapatkan prosentase persamaan diatas lima puluh persen, maka sebenarnya kedua AD/ART tersebut memiliki tujuan yang sama.

Cerita di Tahun 80 an

Sebelumnya. author perlu menegaskan bahwa nama / tokohm dan cerita dalam tulisan ini adalah fiktif semata. Mohon maaf bila nama yang ada mungkin sama dengan nama anda!.(Just For Fun) Tulisan ini juga cukup panjang, jadi baca ceritanya dengan baik sampai selesai agar dapat dimengerti, Okey

Kisah berikut ini terjadi pada tahun 1980 an