Berhati-hatilah Ketika Menulis Surat

JANI BULANI, pria berusia 53 tahun ini adalah seorang penjaga sekolah yang telah bekerja kurang lebih 30 (tiga puluh) tahun di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1000 sejak kepala sekolah pertama bapak Budi, bapak Ujang dan sekarang bapak Dadang.  Pria yang kerap di sapa Mang Jani baik oleh guru bahkan para murid di Sekolah adalah pria yang bukan hanya suka tersenyum dan hobby melucu tetapi beliau adalah seorang yang giat bekerja dan mempunyai disiplin yang tinggi.

Namun satu, dua, tiga bahkan sampai satu minggu yang telah lewat, Mang Jani tidak pernah sekalipun terlihat hadir atau berada di Sekolah. Kepada salah satu staf Tata Usaha di sekolahnya, Pak Dadang pun bertanya "Bu Eni, apakah ibu ta'u kenapa mang Jani tidak pernah turun selama satu minggu ini ?". Bu Eni pun menjawab : "Kurang ta'u Pak!. Saya juga tidak habis fikir kenapa bisa demikian. surat izin ataupun pemberitahuan lainnya tidak pernah Mang Jani sampaikan kepada saya pak!."
"Baiklah kalau begitu, nanti saya minta Bu Eni kerumah Mang Jani untuk memberikan Surat ini" ; lanjut Pak Dadang.

Adapun isi surat itu dapat dilihat pada gambar berikut ini :

Image from : Lirik Kiri Kanan

Setelah pulang sekolah, Bu Eni pun mengantar surat panggilan kepala sekolah tersebut kerumah Mang Jani. sesampainya di sana, ternyata pintu dan jendela rumah Mang Jani tertutup rapat yang menandakan tidak adanya penghuni saat itu. kemudian bu Eni menaruh surat tersebut dibawah pintu masuk rumah mang Jani.

Waktu pun berlalu, dan pada Senin pagi sekitar pukul 06.30 WIB, Mang Jani kembali terlihat di sekolah. akan tetapi oleh Kepala Sekolah, Para Guru dan Murid, ada yang berbeda pada hari itu. Mang Jani hadir di sekolah namun berdiri tegap dan diam di tengah lapangan tepat disamping tiang bendera.
Melihat keanehan tersebut, Pak Dadang pun memanggil : "Mang Jani, ngapain berdiri disitu, kemari !". Mendengar panggilan atasannya, Mang Jani pun berlari menuju ruang kepala sekolah.
Didalam ruang kepala sekolah, pak Dadang bertanya kepada Mang Jani demikian : "Mang Jani, sebelum saya bertanya lebih lanjut tentang ketidakhadiran saudara, saya bertanya terlebih dahulu kenapa saudara sejak pukul 06.00 tadi sampai sekarang hampir jam 07.00 berdiri disamping tiang bendera ?";. Mendengar pertanyaan kepala sekolah, Mang Jani pun angkat bicara ; "Saya berdiri disana tadi sesuai dengan perintah yang bapak sampaikan!". Mendengar jawaban tersebut, pak Dadang bingung dan bertanya kembali ; "Perintah yang mana?.....Setahu saya, sebelumnya saya tidak pernah memberi perintah kepada saudara untuk berdiri di samping tiang bendera". Kemudian Mang Jani kembali menjawab : "Begini pak, kemarin waktu saya pulang kerumah, saya membaca surat bapak yang diselipkan di depan pintu. Karena dalam surat tersebut bapak meminta saya menghadap ke kantor, makanya pada hari ini, saya berdiri disamping tiang bendera dan menghadap ke arah kantor / ruangan bapak.".

Mendengar jawaban tersebut, Pak Dadang pun hanya bisa bingung sendiri. 
Inilah pelajaran berharga bagi para konseptor dimasa mendatang!!

Popular posts from this blog

Alergi Air Hujan

Mengapa Partai Politik yang ada di Indonesia begitu banyak?

Kamus Dayak Ma'anyan