Langsung ke konten utama

Akankah aku bangkit dari kubur

foto from : nextyouno.blogspot.com
Aku adalah seorang pria dengan postur tubuh yang sedang-sedang saja. usiaku 38 tahun. Tinggi dan berat badanku adalah 165 cm / 70 kg. Warna kulitku putih kecoklatan
ukuran sepatu ku 41 cm. Pekerjaanku adalah sebagai abdi masyarakat alias Pegawai Negeri Sipil golongan III dan jabatanku hanyalah sebatas staf di kantorku

Aku menikah empat tahun yang lalu dengan seorang wanita berusia 31 tahun. dari pernikahanku, aku dititipkan Tuhan dua orang anak (laki-laki & perempuan). Kehidupanku dan keluarga amat bahagia sekali meskipun belum memiliki rumah pribadi. Saat ini kami tinggal disebuah rumah kontrakan dengan biaya kontrak 7 (tujuh) juta setahunnya.

Keinginan dan angan-anganku ialah ingin memiliki rumah pribadi sebagai tempat tinggal aku dan keluargaku. Begitu kuatnya keinginanku itu, membuatku datang ketempat temanku seorang sarjana teknik untuk meminta bantuannya membuat sketsa gambar rumah seperti keinginanku yaitu teras rumah ukuran 2 x 3 m, ruang tamu uk. 4 x 4 m, ruang keluarga uk. 6 x 4 m, dua buah kamar tidur untuk anakku uk. 3 x 3 m dan ruang tidur utama uk. 4 x 4 m sebagai tempat beristirahat ku dan isteriku, ruang makan uk. 3 x 3 dan dapur basah uk. 2 x 3 m, serta kamar mandi uk. 2 x 2 m.

Setelah sketsa rumah tersebut dibuat dan dihitung nilai rupiahnya, aku-pun mulai berfikir bagaimana untuk mendapatkan dana tambahan tabunganku selama beberapa tahun agar dana pembuatan rumah itu tercukupkan. Ya,... tidak ada cara lain bagiku selain mengandalkan dana kredit dari Bank melalui pemarkiran SK Pegawai Negeri Sipil ku.

Berfikir...berfikir dan berfikir, apakah aku harus meminjam dana melalui bank? sementara kami juga memerlukan biaya untuk kelangsungan hidup ini ?
Semakin lama aku berfikir, tiba-tiba pemikiran yang aneh dan tidak wajar muncul dalam benakku. Aku berfikir, apabila aku jadi meminjam uang bank melalui jalan kredit, kemudian rumah indah dan asri aku bangun, setelah itu terwujud, tiba-tiba aku mendadak sakit dan dipanggil oleh Yang Maha Esa. oooohhhh.... Isteri ku menikah lagi, rumahku dihuni oleh suami barunya, dan kamar utama hasil karya-ku ditempatinya...dann.....aaahhhh,.... tidak...!!! Aku tak kuat, aku tak sanggup. akankah aku bangkit dari kubur dengan kemarahan yang luar biasaaa... ??!!!
Ya, Tuhan, aku tak sangguppp!

Itulah sekelumit khayalan yang ada didalam benakku yang kemudian membuat aku menjadi takut luar biasa...!! Lalu bagaimana cara-ku, ya Tuhan, tolonglah aku!

Postingan populer dari blog ini

Calon Isteri dari Suku Dayak Maanyan? Baca Sekilas Tentang Pemenuhan Hukum Adat Dayak Maanyan

Dalam prosesi pernikahan menurut adat suku dayak maanyan selalu dilalui dengan acara pemenuhan hukum adat. Ketentuan ini telah diatur berdasarkan adat istiadat yang berlaku dalam suku dayak secara khusus suku dayak maanyan. Akan tetapi jangan dipersepsikan bahwa hukum adat tersebut merupakan pernikahan atau perkawinan secara adat. 

Mengapa Partai Politik yang ada di Indonesia begitu banyak?

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Pernahkah anda diberi buku kecil seperti notes yang bertuliskan AD/ART Partai Politik "Anu". Jika ya, sekarang cobalah anda anda bertemu dengan seorang pengurus Partai Politik lainnya dan mintalah AD/ART Partai Politik lainnya tersebut. Jika sudah, kemudian silahkan anda baca dan bandingkan Kedua Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tersebut. Jika anda selesai membacanya, maka silahkan anda bandingkan prosentase persamaan kedua AD/ART tersebut. Jika anda mendapatkan prosentase persamaan diatas lima puluh persen, maka sebenarnya kedua AD/ART tersebut memiliki tujuan yang sama.

Cerita di Tahun 80 an

Sebelumnya. author perlu menegaskan bahwa nama / tokohm dan cerita dalam tulisan ini adalah fiktif semata. Mohon maaf bila nama yang ada mungkin sama dengan nama anda!.(Just For Fun) Tulisan ini juga cukup panjang, jadi baca ceritanya dengan baik sampai selesai agar dapat dimengerti, Okey

Kisah berikut ini terjadi pada tahun 1980 an