Giliran Kang Asep Haryono jadi Korban

Beberapa hari yang lalu saya menulis artikel tentang sebuah inspirasi ketika berkunjung ke salah satu sahabat blogger. Tulisan tersebut hadir dan menginspirasi saya ketika selesai membaca postingan blogger asal aceh tersebut. Untuk yang belum sempat membacanya bisa membaca kembali di tulisan berjudul Carlisle, vampire from borneo center.


by bung penho
Mirip dengan artikel tersebut, saya kembali menghadirkan tulisan lainnya yang di inspirasi dari sebuah blogwalking ke salah satu blog milik sahabat dunia maya di pontianak yang kerap di sapa Kang Asep. Artinya adalah kali ini korban hadirnya sebuah inspirasi berasal dari Kang Asep Haryono, walaupun tulisan bukan menjawab artikel tersebut tetapi menerawang kalimat bertuliskan ""Jadi buatlah tulisan yang mudah dipahami oleh orang awam sekalipun sehingga bisa memahami apa yang kita sampaikan , namun juga tidak membuat bosan oleh mereka yang pakar." dalam ceritanya tentang pelatihan jurnalisme investigasi. untuk lengkapnya silahkan baca di simplyasep.blogspot.com

Penerawangan kalimat tersebut akhirnya menjadi sebuah tulisan yang bisa anda baca dibawah tulisan ini.

Di dunia maya atau dunia internet, seorang penulis tidak menampilkan ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan bahasa tubuh lainnya. Selain itu seorang penulis / author blog sulit untuk bisa menampilkan bentuk raut muka dan intensitas mata dalam menggambarkan keadaannya saat menuliskan artikel miliknya. Kata-kata yang ditampilkan tidak pula memiliki volume yang pasti. Jadi cukup sulit untuk membedakannya.

Satu-satunya petunjuk yang dimiliki oleh pembaca adalah konteks kata atau kalimat. Kalimat atau kata per kata yang dihadirkan itulah yang menjadi bahan komunikasi penulis untuk menyampaikan maksudnya. Kehati-hatian dalam menulis menjadi faktor utama agar maksud penulis bisa di fahami oleh pembaca. Konten yang kita tuliskan bisa menjadi yang terbaik, menjadi yang paling menarik dan bahkan bisa menjadi topik berharga bagi semua pengguna internet. Akan tetapi jika dalam metode penyampaiannya kurang, sangat kurang atau bahkan tidak baik maka bisa menimbulkan reseptif yang terbalik dari si pembaca.

Akhirnya semua mengacu pada kesimpulan yang di tuliskan oleh Kang Asep Haryono dalam kegiatan Pelatihan Jurnalismenya. Sebenarnya tulisan ini ingin saya buat dengan judul Menulis Artikel di media Internet. Berhubung tulisan ini sebagai bentuk pemberian backlink kepada Kang Asep, maka sayapun menuliskan lebih banyak nama dan link blog miliknya di artikel kali ini serta mengubah judul tulisan ini menjadi lebih kepada tanda tanya (?) ada apa dengan Asep Haryono.

Buat Kang Asep, thank untuk artikelnya sehingga bisa sukses membangkitkan imajinasi saya untuk menghadirkan konten ini. hehehehe..!